Waspada Broker Tanah di Tambang Nikel, Munculnya SKPT Siluman

Waspada Broker Tanah di Tambang Nikel, Munculnya SKPT Siluman

Ilustrasi Tambang. Foto: Istimewa

Transsulawesi.com, Banggai -- Salah satu modus lama saat munculnya investasi di suatu wilayah yakni menjamurnya “Broker” tanah. Hal itu dikatakan oleh Aliansi Masyarakat Batui Menolak Tambang yang teradiri dari beberapa organisasi kemasyarakatan saat ditemui di Kecamatan Batui.

Beberapa anggota LSM lokal Gempar mengatakan bahwa modus itu sering terjadi yakni dimana broker tanah membuat dasar kepemilikan tanah yakni SKPT untuk kemudian dijual kepada pihak perusahaan.

Menurut LSM Gempar hal ini sering terjadi karena warga tidak berpikir panjang untuk kedepannya. Mereka hanya memikirkan diri sendiri saja sehingga melakukan hal tersebut.

Sehingga LSM Gempar mewanti-wanti agar pemerintah kecamatan hingga tingkat desa tidak mengeluarkan SKPT Tanah dalam waktu dekat ini dengan jumlah yang massif.

Ada juga menurut LSM Gempar yakni modus menggunakan kelompok tani untuk membuat SKPT tanah dengan harapan agar jumlah wilayah kawasan tanah besar. Dengan begitu, broker tanah bisa menjual tanah hingga ratusan hektar karena kepemiilikan tanah secara kelompok.

“Nanti banyak yang mengaku-ngaku punya tanah trus buat SKPT tanah nanti dijual, begitu juga buat kelompok tani atau perkebunanan untuk buat kepemilikan surat tanah dengan tujuan dijual,” ujar Sugianto Adjadar dari LSM Gempar, Kamis (24/12/2020) .

Menurut LSM Gempar perlunya sinergi dari masyarakat dari pemerintah kecamatan dan desa mewaspadai hal tersebut. LSM Gempar juga mengingatkan agar aparat pemerintahan tidak ikut main dalam hal memuluskan langkah investasi yang tidak memihak terhadap masyarakat dan lingkungan.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.