Warga Batui Mengeluh Tagihan Jaringan Gas di Batui Naik, Ini Penjelasannya

Warga Batui Mengeluh Tagihan Jaringan Gas di Batui Naik, Ini Penjelasannya

Sambungan jaringan gas (Jargas) Foto: Istimewa

Transsulawesi.com, Batui – Sebanyak 3700 konsumen sambungan jaringan gas (Jargas) mengalami kenaikan tarif tagihan pada pada bulan ini. Sejumlah warga ikut mengeluhkan tentang tagihan jargas di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai yang mengalami kenaikan.

Salah satu pengguna jargas di Batui, atas nama Yumna misalnya mengalami kenaikan drastis pembayaran tagihan gas dirumahnya. Walau tergolong konsumen Rumah Tangga Pada Jaringan Pipa Distribusi untuk Rumah Tangga-1 (RT-1), pada pemakaian bulan Mei dengan jumlah 26 meter kubik gas, ia harus membayar tagihan sebanyak Rp. 326.500, padahal biasanya hanya membayar Rp.50.000 setiap bulannya.

Putu Arjana salah satu Marketing PT Gas Sulution perusahaan yang menangani Jargas di Batui mengatakan bahwa kenaikan tersebut mungkin disebabkan konsumen telat bayar. Menyusul adanya aturan baru yang keluar pada bulan April 2021 untuk pelanggan yang terlambat membayar tagihan wajib menyediakan “Jaminan Pembayaran” sesuai dengan ketentuan PGN.

“Mungkin telat bayar, kemudian ada aturan baru yaitu konsumen diwajibkan menyediakan biaya Jaminan Pembayaran,” ujar Putu.

Namun, menurut Putu bahwa uang jaminan tersebut akan dikembalikan ketika berhenti berlangganan gas. “Jaminan akan dikembalikan ke konsumen,” tutup Putu.

Sementara dalam sosialisasinya perusahaan jargas mengibau agar masyarakat segera lunasi tagihan gas anda mulai tanggal 6 – 20 setip bulannya dengan menggunakan metode pembayaran melalui Bank-bank, Kantor Pos, Pegadaian, atau metode pembayaran melalui mini market.

Kabupaten Banggai sendiri mendapat tambahan pembangunan jaringan infrastruktur gas bumi (jargas) untuk rumah tangga pada tahun tahun 2020 dengan kuota 5.000 jargas untuk menyelesaikan pembangunan tahun 2019 di wilayah Batui dan Batui Selatan. Sisanya diperuntukan bagi rumah tangga di wilayah Kecamatan Kintom seperti di Desa Tangkiang, Kalolos dan Padang.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Banggai mengusulkan kurang lebih 10.000 kuota jargas. Namun yang berhasil direalisasikan pada tahap awal tahun 2019 lalu sebanyak 4.000 kuota. Tahun ini Banggai kembali mendapat tambahan sebanyak 5.000 kuota nmaun terkendala dikarenakan kondisi pandemic Covid-19.

Mengacu pada Hasil Sidang Komite, BPH Migas menetapkan harga jargas dibawah harga pasar gas LPG 3 Kg dan 12 Kg di Kabupaten/Kota. Dengan harga sebagai berikut:

Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Untuk Konsumen Rumah Tangga Pada Jaringan Pipa Distribusi untuk Rumah Tangga-1 (RT-1) paling banyak sebesar Rp4.250/M3 (empat ribu dua ratus lima puluh rupiah per meter kubik) dan untuk Rumah Tangga-2 (RT-2) paling banyak sebesar Rp6.000/M3 (enam ribu rupiah per meter kubik.

Sedangkan untuk harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa Untuk Konsumen Pelanggan Kecil Pada Jaringan Pipa Distribusi untuk Pelanggan Kecil-1 (PK-1) paling banyak sebesar Rp4.250/M3 (empat ribu dua ratus lima puluh rupiah per meter kubik) dan untuk Pelanggan Kecil-2 (PK-2) paling banyak sebesar Rp6.000/M3 (enam ribu rupiah per meter kubik.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.