Titi Wati, Wanita Berbobot 350 Kg Di Evakuasi ke Rumah Sakit

Titi Wati, Wanita Berbobot 350 Kg Di Evakuasi ke Rumah Sakit

Titi Wati alias Sintia (37) warga Jalan G Obos XXV Gang Bima, yang dikenal dengan wanita tergemuk di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/1/2019) pagi ini di evakuasi dari rumah kontrakannya ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya. (Banjarmasin Post/faturahman)

Transsulawesi.com, Kalteng  -- Titi Wati wanita penderita obesitas dengan perkiraan bobot 350 Kg akhirnya telah dievakuasi. Meski bobotnya diperkirakan mencapai 350 Kg namun sang suami justru meminta Titi Wati untuk bersyukur.

Hal lainnya yakni ketika proses evakuasi terpaksa rumah Titi Wati harus dijebol. Meski bobot Titi Wati diperkirakan mencapai 350 Kg sang suami Edi (52) justru meminta satu hal kepada Titi Wati.

Edi meminta sang istri, Titi Wati justru untuk selalu bersyukur. Edi juga menambahkan jika itu semua memang sudah diberikan Tuhan kepada sang istri.

Titi Wati tinggal di Jalan G Obos XXV Gang Bima, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Titi di evakuasi dari rumah kontrakannya ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya pada Jumat (11/1/2019) pagi.

Rumah kontrakan Titi terpaksa dijebol pada bagian dinding sekitar pintu dan jendela agar Titi bisa keluar.

"Lebar pintu kalah dari lebar badannya, makanya dikeluarkan lewat jendela yang sudah di bongkar," ujar Sugeng Wahono, anggota Tagana Kalteng saat mengutip dari tribunnews.

Tim juga menyediakan mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang jika diperlukan untuk membantu melakukan evakuasi Titi termasuk mobil pikap bedar untuk membawanya ke rumah sakit.

Dibantu oleh 20 anggota relawan dan anggota pemadam kebakaran Titi berhasil evakuasi dalam waktu satu jam.

"Ada 20 orang personil yang mengangkat tandu berisi Ibu Titi saat dievakuasi dari rumahnya ke dalam mobil pikap, dan mengeluarkannya dari mobil menuju ruang rawat inap di Ruang Adelweis RS Doris Sylvanus Palangkaraya," lanjut Sugeng.

Beruntung, kondisi Titin ini sudah diketahui oleh pihak Rumah Sakit Doris Sylvanus, Palangkaraya.

Pihak rumah sakit pun menyatakan jika mereka bersedia akan memberikan penanganan medis secara cuma-cuma untuk Titin.

Karena kelebihan berat badan atau obesitas yang dialami Titin ini merupakan kasus pertama yang ditemukan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Mengutip dari Grid.id, pihak Rumah Sakit Doris Sylvanus pun menggandeng tim dokter ahli digestif dari Rumah Sakit Udayana, Denpasar, Bali.

Dikhawatirkan, kondisi Titin yang tak bisa bergerak ini akan menimbulkan masalah lain. Seperti lecet pada kulit yang bisa menyebabkan infeksi.

Sebagai langkah awal penurunan berat badan Titin, tim dokter berencana untuk melakukan operasi pada saluran pencernaan Titin.

Namun, pelaksanaan operasi ini masih menunggu persetujuan dari Titin yang kini tengah bekerja di luar kota. Kini, pihak rumah sakit juga tengah melakukan koordinasi terkait persiapan penanganan Titin.

Sambil menunggu persetujuan dari pihak keluarga Titin, rumah sakit akan mulai membantu Titin dalam mengatur pola makan. Seperti menentukan menu makanan hingga mengatur asupan kalori.

Tribunnews.com