Sidang Pilkada Banggai, Hakim MK Tanya Selisih Suara Diatas 1,5 Persen Kenapa ke MK?

Sidang Pilkada Banggai, Hakim MK Tanya Selisih Suara Diatas 1,5 Persen Kenapa ke MK?

Foto: Istimewa

Transsulawesi.com, Banggai – Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Arief Hidayat S.H., M.S yang memimping sidang pilkada Kabupaten Banggai 2020 pertanyaan kepada kuasa hukum Herwin Yatim dan Mustar Labolo terkait dalil-dalil pemohon.

Sidang yang berlangsung pada Panel 3 MKRI, dengan Sidang Perkara No, 110 /PHP.BUP-XIX/2021, Kamis, (28/1/2021).

Hakim MK Arief Hidayat pertanyakan mengenai selisih suara ambang batas untuk mengajukan ke mahkamah konstitusi.

“Perolehan suara terkait berapa?, Selisih perolehan suaranya berapa?” tanya Hakim MK.

“Menurut pasal 158 yang diperbolehkan selisih suara berapa?, kenapa mengajukan permohonan ke Mahkamah” tambah Arief.

Sementara itu kuasa pemohon Muhammad Rullyandi,S.H., M.H menjelaskan dalil-dalilnya yakni sekalipun perbedaan suara diatas 1,5 persen abang batas, namun menurut kuasa hukum sekalipun melewati bang batas akan tetapi pasangan AT-FM diperoleh dengan cara atau perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Yakni dengan dalil-dalil money politik sebelum pilkada dan sesudah pilkada, keterlibatan ASN Dinas Sosial, dan Dalil adanya pelanggaran yang terjadi secara TSM.

Namun Hakim MK Arief menjelaskan bahwa untuk hal tersebut direspon oleh pihak-pihak terkait.

“Jadi begini yah, untuk pelanggaran dan disalahkan yang dituduhkan dalilnya kepada KPU direspon oleh KPU, Bawaslu, dan untuk pihak terkait yang respon pihak terkait jadi dalil-dalinya jelas,” ujar Hakim.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.