RSUD Madani Mamboro Siap Terima Peserta Politik Yang Alami Gangguan Jiwa

RSUD Madani Mamboro Siap Terima Peserta Politik Yang Alami Gangguan Jiwa

Ilustrasi Pasien Rumah sakit jiwa di Pekanbaru. MI/Benny Andriyos

Transsulawesi.com, Banggai – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Madani Palu Nirwansyah Parampasi tahun lalu telah menjelaskan bahwa siap menampung dan menangani perserta politik yang mengalami gangguan jiwa baik depresi, stres hingga gila akibat kalah dalam proses pemilihan.

"Pada dasarnya kita selalu siap menampung. Ruang rawat inap kita sudah siap," katanya dikutip dari sulawesi.bisnis.com.

Seperti diketahui, Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Madani Palu Provinsi Sulawesi Tengah merupakan satu-satunya Rumah Sakit Jiwa milik pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terletak di kelurahan Mamboro Barat Kecamatan Palu Utara, kira-kira 13 km sebelah utara kota Palu.

Rumah sakit ini mulai dibangun sejak tahun 1979 dengan dana APBN dan resmi berdiri pada tanggal 5 Juli 1984 dengan diberlakukannya Keputusan Menkes RI Nomor  350/Menkes /SK/VII/1984 tentang Pembentukan Rumah Sakit Jiwa Pusat Kelas B di Palu. Status awal pengelolaan Rumah Sakit Jiwa pusat  Palu di bawah Dirjen pelayanan medik DEPKES-RI dengan menempati areal seluas 92.010 m2.

Dia menjelaskan RSUD Madani Palu sudah menyiapkan 86 tempat tidur bagi pasien rawat inap yang mengalami gangguan jiwa.

Tempat tidur tersebut terbagi dalam tiga kelas yakni kelas satu, kelas dua dan kelas tiga berdasarkan kelas dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

"Yang paling banyak kelas tiga. Sampai saat ini masih banyak ranjang dan ruang rawat inap yang kosong,"ujarnya.

Berdasarkan hasil pendataan kemarin katanya, masih tersisa 46 tempat tidur yang kosong.

Untuk mengetahui apakah terjadi lonjakan pasien gangguan jiwa pasca pemilu, dia menyarankan untuk mencari tahu di seluruh rumah sakit di Kota Palu yang menyediakan poli kejiwaan.

"Atau ke psikiater-psikiater. Tapi biasanya tidak sampai gila. Paling depresi atau stres," katanya.

 (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.