Perlunya Penataan Kembali Sistem Drainase Kota Luwuk

Perlunya Penataan Kembali Sistem Drainase Kota Luwuk

drainase khususnya kota Luwuk cukup mengkhawatirkan jika saat turun hujan dengan instesitas tinggi. Foto: Istimewa

Transsulawesi.com, Banggai – Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Banggai (KKB) Jaya di Jakarta Nadjamuddin Mointang mengatakan bahwa pemerintahan Banggai perlu memperhatikan drainase kota Luwuk.

Menurutnya drainase khususnya kota Luwuk cukup mengkhawatirkan jika saat turun hujan dengan instesitas tinggi. Menurut Nadjamuddin, tentunya pemerintah Kabupaten Banggai di bawah nahkoda Amiruddin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili (ATFM) tentunya perlu kembali menata infrastruktur serta penanggulangan bencana, dan meningkatkan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan berbasis lingkungan.

“Drainase Kota tentunya harus menjadi Isyu yang krusial menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam Kota, apalagi beberapa tahun terakhir dengan intensitas curah hujan yang sangat tinggi, terjadi genangan air kemudian banjir yang cukup mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat”. Tuturnya.

Najamuddin mengatakan bahwa tata kelola drainase kota perlu untuk segera dibenahi kembali karena ketika turun hujan yang intensitasnya tinggi diwilayah padat penduduk kota akan mudah banjir atau terdapat banyak genangan air yang menggangu aktifitas warga.

Kepemimpinan ATFM yang telah dilantik lanjut Staf di Kementerian PANRB-RI ini, semoga membuka harapan atas pembahasan insfratruktur, ekonomi dan pelayanan, sebagaimana Visi-Misi dalam draft RPJMD yang nanti akan menjadi kebijakan pemerintah daerah, yang kemudian akan disepakati bersama dengan Legislatif.

Dengan kondisi tersebut lanjut Nadjamuddin, sangat dibutuhkan perencanaan yang komprehensif terkait penanganan drainase yang diproyeksi sampai 25 hingga 50 tahun kedepan, karena kota yang semakin berkembang serah dengan pertambahan urbanisasi yang juga semakin tinggi, sementara lahan yang digunakan untuk permukiman semakin terbatas, dimana pembangunan dan pemanfaatan lahan semakin tinggi sehingga area resapan air semakin terbatas pula.

Tentu hal ini kiranya menjadi pertimbangan untuk kemudian mendesain Drainase Kota yang komprehensif dengan melibatkan pemerhati Lingkungan lokal dalam memberikan masukan atas perencanaan tersebut. Ungkap Nadjamuddin.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.