Masyarakat Batui Tolak Kehadiran Tambang Nikel, Menyusul Dugaan Adanya Sosialisasi Tertutup

Masyarakat Batui Tolak Kehadiran Tambang Nikel, Menyusul Dugaan Adanya Sosialisasi Tertutup

Ilustrasi Tambang. (Foto:cerindocorp.com)

Transsulawesi.com, Bangai -- Koalisi Masyarakat Kecamatan Batui menolak kehadiran pertambangan nikel diwilayah adat mereka. Penolakan itu menyusul diduga adanya pertemuan tertutup antara pihak perusahaan tambang nikel, permintah kecamatan Batui, dan beberapa tokoh masyarakat.

Belum diketahui pasti bendera perusahaan tambang nikel yang hadir di Batui. Namun, yang pasti adanya pertemuan yang terkesan tertutup untuk publik membuat masyarakat Batui disepelekan.

“Ini ada apa pertemuan sosialisasi tertutup, kenapa tokoh-tokoh adat tidak dihadirkan?,” ujar Jamun Hakim, dari Aliansi Masayarakat Adat Nusantara (AMAN).

Menurut masyarakat Batui sendiri, kehadiran perusahaan tambang nikel perlu diketahui pasti bagaimana usahanya kedepannya. Yakni mengenai sosialisasi, AMDALnya, kajian lingkungannya, penyerapan tenaga kerja lokal, begitu juga manfaat untuk daerah.

“Bagaimana kita mau mendukung kalau kita saja taunya ada pertemuan tertutup, lebih baik kita tolak saja daripada nanti anak-cucu kita yang merasakan dampaknya,” ujar Jam’un.

Dari informasi yang didapatkan, adanya pertemuan tertutup anatar pihak perusahaan yang difasilitasi oleh pemerintah kecamatan Batui setelah salah satu warga yang hadir membocorkan informasi tersebut kepada Transsulawesi.com malam hari.

“Iyah saya hadir, setahu saya Cuma 6 orang kalau tiadk salah yang hadir saat itu,” ungkap warga yang meminta untuk dirahasiakan namanya.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.