Ketua Suku Andio Angkat Bicara Terkait Postingan Fadly Aktor

Ketua Suku Andio Angkat Bicara Terkait Postingan Fadly Aktor

Terakomodirnya Andio sebagai satu suku diantara tiga suku besar di daerah ini yaitu Banggai, Balantak, Saluan telah melalui hasil Keputusan Seba, baik yang dilaksanakan di Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai maupun di Kota Banggai Kabupaten Banggai Laut. (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Banggai – Isu Bupati Banggai melampaui hak melampaui hak Tomundo Banggai di sosial media menjadi bola liar dan menjadi terkesan provokatif ditengah upaya Bupati Banggai untuk melestarikan dan memfasilitasi budaya kearifan lokal di Kabupaten Banggai.

Awalnya isu ini bermula ketika akun bernama Fadly Aktor menulis “Bupati Banggai melampaui hak melampaui hak Tomundo Banggai” di kabar beranda Facebook akunnya.

Pertanyaannya SAH kah Bupati Banggai Bpk AMIR TAMOREKA menyatakan suku Andio Tanpa Restu Tuan Raja TUMUNDO Bpk. HIDEO AMIR Bahwa SUKU ANDIO  masuk dalam Serumpun Suku yg mendiami negri Banggai, Setelah 3 SUKU besar yang sdh di kenal sejak dahulu kala..??”.

Tak berselang lama, isi tulisan dikabar beranda Fadly ditanggapi oleh ketua suku Andio Rahmat Jalil. Menurut Rahmat isi tulisan tersebut terkesan bernada provokatif.

“Sebagai kepala suku Andio yang juga sebagai Bosanyo Masama, sangat menyesalkan pernyataan tersebut yang bernada provokatif, disaat kita tengah berupaya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di Banggai” kata Rahmat kepada Transsulawesi.com, Senin (12/07).

Rahmat mengatakan bahwa pernyataan dari Fadly hendak mengkonfrontasi sistem adat-istiadaat kewenangan Batomundoan Banggai dengan kebijakan Bupati Banggai.

Menurut penjelasan dari Rahmat, terakomodirnya Andio sebagai satu suku diantara tiga suku besar di daerah ini yaitu Banggai, Balantak, Saluan telah melalui hasil Keputusan Seba, baik yang dilaksanakan di Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai maupun di Kota Banggai Kabupaten Banggai Laut. Oleh karena itu diakuinya Andio sebagai salah satu suku oleh Batomundoan Banggai telah menjadi keputusan adat.

Tetapi dalam pemerintahan Kabupaten Banggai sebelum Amirudin Tamoreka menjadi Bupati Banggai, tidak pernah mengakui keberadaan suku Andio sebagai salah satunya etnis di Babasal.

“Kepada Bupati Amirudin kami mewakili Suku Andio berterima kasih atas pengakuan Pemda tentang keberadaan suku Andio, Dan tentunya ini sejalan dengan sikap Batomundoan Banggai,” kata Rahmat.

Terkait dengan statemen Fadly, Rahmad Jalil meminta kepada yang bersangkutan untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bernada provokatif. Mangadu domba Batomundoan Banggai dengan Pemerintah Daerah yang mulai berjalan harmonis di bawah kepemimpinan Bupati Banggai Ir. Amirudin.

Karena sangat jelas, UU 23/2014 tentang Pemda mengatur dan memberikan kewenangan pemerintah daerah terkait kearifan lokal.

“Bupati diberikan kewenangan itu. Bahkan UU ormas juga memberikan mandat bupati sebagai pembina,” tandas Rahmat.

(sam)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.