Ketika Petahana Tersungkur Karena Orson dan Mie Sakura

Ketika Petahana Tersungkur Karena Orson dan Mie Sakura

Foto: Istimewa

Transsulawesi.com, Banggai -- Dua kekalahan petahana dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) d Kabupaten Banggai menjadikan mitos bahwa susah untuk menjadikan 2 periode di Banggai hampir tak terbantahkan.

Perbincangan hangat kekalahan petahana di tengah masyarakat, disudut-sudut kota hingga desa kian hanggat dikarenakan kekalahan patahana Winstar kali ini sangat telak yakni diatas 10 persen.

Dua Pilkada Banggai sebelumnya, selisih suara hanya berkisar pada 2 persen pada 2011 dan begitu juga pada pilkada 2015 yang selisih suara hanya 4 persen saja.

Hasil kali ini cukup mengaggetkan publik dan semua politikus, sehingga banyak yang bertanya ada apa?

Belum ada pihak lembaga survey yang mengeluarkan analisanya saat ini. Namun sebelumnya LSI sempat memberikan signal bahwa salah satu yang bisa membuat petahana kalah telak yakni blunder yang dilakukan baik dari pernyataan ataupun sikap.

LSI sendiri melakukan survey pada 10 november lalu dimana petaha masih bercokol diatas posisinya saat itu yakni dengan tingkat elektabilitas 45 persen. Namun Seminggu kemudian LSI mengeluarkan data tersebut kepihak media. Dimana pada pasca melakukan survey Petahana Winstar melakukan blunder krusial dan telah diingatkan oleh LSI.

Menurut beberapa tim sukses AT-FM mengatakan bahwa petaha melakukan blunder yang merugikan basis pemilihnya, dimana petaha mendapatkan predikat “kurang empati,” dari kubu lawan.

Isu kencang beredar di dunia sosmed dimana petaha diduga menghina makanan yang telah lama menemani masyarakat Banggai saat bertahan dalam krisis monenter pasca lengsernya Soeharto pada tahun 1998 karena terjangkau, yah betul, itu adalah sirup ABC yang dikenal warga banggai "Orson" dan Mie Sakura.

Ironisnya kubu petaha tidak siap menangkis isu ini dana malah justru melakukan agitasi dan propaganda yang seolah mengiyakan isu tersebut, sontak ini menambah kekeruhan dan kegaduhan politik. Tak menunggu lama, isu orson dan mie sakura kian kencang, simpati masyarakat hilang sekejap dalam sehari.

Tentunya banyak hal yang menyebabkan petaha winstar kalah, namun ketika seorang calon kepala daerah yang mengikuti ajang pilkada mendapatkan predikat “kurang empati,” itu petaka.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.