Kepala Suku Andio Masama, Akan Lapor Mafia Tambang ke Polda Sulteng

Kepala Suku Andio Masama, Akan Lapor Mafia Tambang ke Polda Sulteng

Kepala suku Andio di Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, Rahmat Djalil saat berdemo tolak tambang. (Foto: Transsulawesi)

Transsulawesi.com, Banggai -- Kepala suku Andio di Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai, Rahmat Djalil kembali mengaskan bahwa dirinya tetap menolak kehadiran tambang nikel di daerahnya. Menurutnya ia akan terus memperjuangkan penolakan ini sampai titik darah penghabisan. Rahmat beralasan bahwa faktor lingkungan adalah salah satu alasan ia menolak kehadiran tambang didaerahnya.

“Masama rawan banjir, masama butuh percetakan sawah baru bukan tambang nikel,apa jadinya jika daerah resapan air di jadikan tambang nikel. lanjutnya lagi tambang nikel hanya menyengsarakan rakyat,” ungkap Rahmat.

Ketua suku Andio ini menjelaskan merasa ada yang aneh dimana perusahaan nikel telah di Take Over namun keluar Izin lingkungannya. Rahmat juga mempertanyakan terbitnya izin lingkungan pertambangan Nikel di tengah RT RW pertanian.

“Saya akan laporkan ke Kementerian ESDM untuk mengkaji kembali izin perusahaan yang akan beroperasi dimasama, karena diduga melanggar beberapa ketentuan yang berlaku baik dari sosialisasi hingga faktor lingkungan,” ujarnya..

Rahmat juga akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan melporkan persoaln ini ke kepolisian  dan kementerian ESDM. Ia juga akan melakukan aksi demonya.

“Saya akan melaporkan ke Polda Sulteng terhadap oknum-oknum mafia tambang,” kata Rahmat.

Rahmat mengatakan bahwa masama sejak 1982 hingga sekarang wilayah masama juga merupakan lumbung pangan kabupaten banggai. Dirinya meminta agar supaya pemerintah Banggai meninjau kembali kegiatan tambang  nikel dimasama.

Menurutnya juga pihak pemrakarsa dalam hal ini pihak konsultan perusahaan tidak mengindahkan Permen LH no 17 tahun 2012 tentang pedoman keterllibatan masyarakat dalam proses analisis dampak lingkungan dan izin lingkungan yang dibuktikan begitu banyaknya koreksi dari tim tekhnis penilai amdal yang jumlahnya 30 poin.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.