Kehadiran Alfamidi di Luwuk Bisa Rugikan Kios-Kios Kecil Masyarakat

Kehadiran Alfamidi di Luwuk Bisa Rugikan Kios-Kios Kecil Masyarakat

Toko Swalayan Alfamidi. (Foto: Ist)

Transsulawesi.com, Banggai – Rencana pembangunan toko Swalayan Alfamidi di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai sepatutnya melihat beberapa aspek kajian sosial dan ekonomi masyarakat kota Luwuk ketika akan menambah gerainya di Luwuk.

Salah satu praktisi Hukum di kota Luwuk, Indra Dwianto mengatakan bahwa pembangunan Alfamidi di kota Luwuk seharusnya mempunyai kajian seperti yang tertuang pada Permendag tahun 2008. Dimana dalam permendag tersebut sudah jelas mengatur bagaimana ruang-ruang ketika akan didirikan gerainya.

“Pemerintah Daerah seharusnya mengacu kepada permendag 53 tahun 2008. Dalam ketentuan pasal 3 ayat ( 9 ) huruf e, disebutkan pendirian minimarket wajib memperhatikan keberadaan pasar tradisional dan warung masyarakat,” ujar Indra.

Menurut Indra jangan sampai niat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kota Luwuk dengan kehadiran gerai Alfamidi, malah justru berpotensi mematikan roda perputaran ekonomi usaha masyarakat kecil seperti “kios-kios kecil dan kios begadang” di kota Luwuk.

Menurutnya, jika gerai Alfamidi disetujui saat ini tentunya akan merugikan masyarakat itu sendiri karena Pemda Banggai seharusnya sudah siap dengan Perda yang mengatur usaha kecil menengah sebagai benteng perlindungan juga untuk usaha kecil di masyarakat.

“Kalo mengacu kepada perda di DKI, bentuk perlindungan pemerintah terhadap usaha kecil masyarakat seperti pasar tradisional dan warung atau kios masyarakat adalah dengan mengatur jarak dan wilayah wilayah yang boleh dimasuki oleh minimarket,” jelasnya.

“Di jakarta, diatur jarak bahwa minimarket harus berjarak 0,5 km dari pasar tradisional dan warung/kios milik masyarakat. Menyangkut masalah jarak disesuaikan dengan kondisi setiap daerah dengan memperhatikan tata ruang wilayah,”.

Oleh karena seharusnya ada payung hukum entah itu peraturan bupati atau perda yang khusus mengatur persoalan jarak.

“Kita tidak anti investasi, tapi seharusnya pemerintah daerah memperhatikan juga kepentingan usaha mikro masyarakat seperti warung dan kios kios,” ungkapnya.

Alfamidi sendiri adalah jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia. Gerai ini lebih besar dari minimarket pada umumnya. Selain menjual buah dan sayur, Alfamidi juga menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.