Kasus Kematian Tertinggi, 139 Pasien Covid-19 Dilaporkan Meninggal Hari Ini

Kasus Kematian Tertinggi, 139 Pasien Covid-19 Dilaporkan Meninggal Hari Ini

Pekerja berpakaian APD memakamkan jenazah di kompleks pemakaman yang disediakan oleh pemerintah untuk korban virus corona (COVID-19) di Jakarta, Indonesia, 22 April 2020. Berdasarkan Data Pantauan COVID-19 Jakarta, hingga 23 April terdapat 3.506 kasus positif corona dengan 316 korban meninggal dan 292 pasien sembuh. REUTERS/Willy Kurniawan

Transsulawesi.com, Banggai -- Kasus kematian akibat virus corona (Covid-19) di Indonesia menunjukkan penambahan sebanyak 139 kasus per hari ini, Rabu (22/7).

Angka ini merupakan yang tertinggi sejak kasus positif pertama Corona di Indonesia diungkap pada Maret lalu.

Sejak diumumkan pada Maret lalu, tren penambahan kasus kematian fluktuatif namun cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan grafik pada laman https://covid19.go.id/peta-sebaran kasus kematian pernah beberapa kali memuncak sebelum turun.

Puncak grafik harian kematian Covid terjadi pada 18 Maret sebanyak 20 kasus, pada 14 april 60 kasus, pada 17 Mei 59 kasus, 71 kasus pada 30 Juni, 82 kasus pada 5 Juli, 87 kasus pada 15 Juli. Dan, rekor tertinggi sebelum hari ini terjadi pada 19 Juli lalu di mana ada 127 kematian.

Data pemerintah pusat per hari ini, pukul 12.00 WIB, tercatat jumlah 91.751 kasus konfirmasi positif, di mana akumulatif sembuh mencapai 50.255 sembuh dan jumlah kematian akumulatif 4.459 kasus.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, sebaran kasus kematian terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Tengah, yakni 70 kasus kematian. Kemudian Jawa Timur dengan 35 kasus kematian.

Sementara provinsi lainnya mencatat kasus kematian di bawah angka 10, seperti Sumatera Utara 7 kasus kematian, DKI Jakarta 5 kasus kematian, 3 kasus kematian di Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. 2 kasus kematian di Sumatera Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat.

Terakhir, satu kasus kematian di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Yogyakarta.

Lebih lanjut, provinsi dengan laporan kasus kematian tertinggi masih dipegang Jawa Timur sebanyak 1.496 kasus, kemudian DKI Jakarta 751 kasus, Jawa Tengah 444 kasus, Sulawesi Selatan 287 kasus, dan Kalimantan Selatan 262 kasus.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.