Kartu Prakerja Gelombang 15 Dibuka, Kuota 600 Ribu Peserta

Kartu Prakerja Gelombang 15 Dibuka, Kuota 600 Ribu Peserta

Foto: Istimewa

Transsulawesi.com, Banggai -- Pemerintah telah membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 15 pada pukul 12.00 hari ini, Kamis (18/3). Sama seperti sebelumnya, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 15 menyediakan kuota 600 ribu peserta.

"Masih sama seperti gelombang 14, sebanyak 600 ribu," ujar Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu kepada CNNIndonesia.com Kamis (18/3).

Guna memudahkan proses pendaftaran, calon peserta disarankan untuk membuat akun terlebih dahulu melalui laman https://dashboard.prakerja.go.id/daftar. Selanjutnya, calon peserta diminta untuk menuliskan alamat email dan membuat password.

Setelah memiliki akun, calon peserta bisa masuk (login) melalui laman https://dashboard.prakerja.go.id/masuk. Caranya, calon peserta kembali mengisi email dan password yang digunakan untuk membuat akun.

Namun, sebelum memutuskan mendaftar, setiap calon peserta diharapkan memenuhi sejumlah persyaratan. Meliputi, warga negara Indonesia (WNI) minimal berusia 18 tahun ke atas, merupakan pencari kerja, penganggur atau pekerja, serta wirausaha.

Syarat lainnya adalah tidak sedang mengikuti pendidikan formal dan belum pernah menerima atau menjadi peserta Kartu Prakerja di tahun sebelumnya. Kemudian calon peserta juga bukan berasal dari pejabat negara, TNI/Polri, ASN, anggota DPR/DPRD, BUMN/BUMND, kepala desa dan perangkat desa, serta pejabat BUMN/BUMD.

Terakhir, calon peserta belum menjadi penerima Bansos Kemensos (DTKS), penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU), serta Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Selain syarat-syarat tersebut, program Kartu Prakerja juga dibatasi maksimal dua orang per keluarga mulai tahun ini. Karena itu, calon pendaftaran yang dua anggota keluarganya telah menjadi peserta Kartu Prakerja akan sulit untuk lolos sebagai pendaftaran.

Setiap peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan insentif sebesar sebesar Rp3,55 juta. Insentif itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan atau total Rp2,4 juta, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk 3 kali survei atau Rp150 ribu.

Data PMO mengungkapkan jumlah pendaftar Kartu Prakerja di 2020 lalu mencapai 43,8 juta orang dimana jumlah pendaftar terus bertambah di setiap gelombang. Dari jumlah tersebut, 5.978.619 orang dinyatakan lolos seleksi.

Namun, dari jumlah tersebut 478.619 orang dicabut kepesertaannya karena tidak menggunakan insentif pelatihan yang dikirim akun peserta dalam waktu 30 hari pertama. Dengan demikian, total peserta yang efektif memanfaatkan insentif pelatihan sebanyak 5,5 juta orang. Tetapi, peserta yang menyelesaikan pelatihan serta berhak mendapatkan insentif hanya 5,3 juta orang.

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.