JOB Tomori Peduli Komunitas Adat Terpencil Suku Loinang

JOB Tomori Peduli Komunitas Adat Terpencil Suku Loinang

Jajaran Management JOB Tomori bersama salah satu tokoh adat suku Loinang di Tombiobong Batui Selatan. (Foto: Aswad/JOB Tomori)

Transsulawesi.com, Batui Selatan -- JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) merupakan perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dibawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang berlokasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melakukan kunjungan terhadap Komunitas Adat Terpencil (KAT) Loinang berada di wilayah Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai.

Kunjungan ini merupakan program tanggung jawab social perusahaan (TJSP) dimana memberikan perhatiannya kepada komunita adat terpencil dengan bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Banggai untuk melakukan program pemberdayaan masyarakat (community development) dalam bidang Kesehatan, Pendidikan, pemberdayaan Ekonomi serta dan pelestarian Lingkungan sejak tahun 2020 JOB Tomori.

Yudi Yanto, selaku ComDev Section Head JOB Tomori dalam penyampaiannya mengatakan bahwa JOB Tomori memberikan perhatian kepada masyarakat adat terpencil khususnya di Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan.

Program TJSP yang dilakukan oleh JOB Tomori meliputi peningkatan kesehatan dengan pemberian Nutrisi Tambahan Anak (NUTANAK) untuk mencegah stunting di KAT Loinang. Hal ini sejalan dengan program kerja Pemerintah Kabupaten Banggai untuk aksi integrasi Banggai Menuju bebas stunting.

“Program pengembangan masyarakat di komunitas adat terpencil JOB Tomori bekerjasama dengan Aisyiyah Muhammadiyah Kabupaten Banggai dalam pemberdayaan warga disini,” ujarnya.

Kabupaten Banggai merupakan salah satu daerah yang berada di provinsi Sulawesi Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Luwuk. Wilayah Kabupaten Banggai merupakan pegunungan dan perbukitan serta dataran rendah. Umumnya masyarakat menjadikan tempat tinggalnya di bagian kaki pegunungan dan pesisir.

Akses menuju KAT Loinang dapat ditempuh perjalanan darat dengan kendaraan roda empat sekitar 3 jam dari pusat kota Luwuk, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 4 km melintasi satu sungai besar dan dua sungai kecil. Pada musim hujan wilayah tersebut menjadi terisolir dikarenakan luapan air sungai yang menyebabkan akses terputus.

Akses yang cukup jauh membuat masyarakat di Dusun Tombiobong kesulitan untuk mengakses fasilitas transportasi, pendidikan dan kesehatan. Namun, mereka tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan bergantung pada sumber daya alam yang ada di hutan seperti mencari rotan dan berburu.

Selain itu JOB Tomori juga melakukan program peningkatan kualitas pendidikan dengan pembangunan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tombiobong beserta sarana permainan edukasi anak-anak. Untuk program pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan JOB Tomori memberikan peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan fasilitasi perkebunan KAT Loinang yang dibagi dalam dua kategori tanaman jangka pendek yaitu bawang merah dan tanaman jangka panjang yaitu lada. Dengan program-program tersebut diharapkan masyarakat KAT Loinang dapat terus meningkatkan kualitas kehidupannya, lebih mandiri memenuhi kebutuhan hidupnya dan berkelanjutan dalam jangka panjang untuk pengembangan kualitas generasi berikutnya.

Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi Damar Setiawan memberikan hormat sebesar-besarnya kepada suku adat Loinang. Damar mengatakan bahwa SKK Migas sebagai lembaga pemerintah dibawah Kementerian ESDM melakukan tinjauan langsung atas program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh JOB Tomori.

“Kami mewakili pemerintah dari SKK Migas bisa meninjau langsung apa yang telah dilakukan JOB Tomori, kami sebagai lembaga pengawas SKK Migas yang di amantkan dari kementerian ESDM, memastikan program pengembangan masyarakat yang di lakukan oleh JOB Tomori,” ujarnya.

Rencana program kedepannya JOB Tomori akan terus melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada KAT Loinang serta menyediakan akses air bersih kepada semua rumah penduduk sebagai program prioritas untuk pencegahan stunting, karena saat ini hanya sebagian kecil penduduk yang sudah memiliki akses air bersih dan MCK yang baik.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.