Banting Setir Direktur Perusahaan Tambang Nikel Agar Bisa Masuk di Batui dan Toili

Banting Setir Direktur Perusahaan Tambang Nikel Agar Bisa Masuk di Batui dan Toili

Foto: dok. CNI

Transsulawesi.com, Batui – Masyarakat Kecamtaan Batui, Kabupaten Banggai menolak kehadian investasi tambang nikel didaerah mereka. Walau telah di mediasi oleh khsususnya Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah, (TKPRD) Pemerintah Provinsi Sulteng masyarakat Batui tetap menolak hadirnya tambang nikel.

Sebelumnya, Direktur PT Indo Nikel Karya Pratama dan PT Banggai Kencana Permai bermohon kepada pemprov sulteng untuk difasilitasi dalam hal Rapat Koordinasi TKPRD Provinsi Sulteng dan TKPRD Banggai untuk membahas rencana kegiatan pertambangan perusahaan nikel mereka di Kabupaten Banggai.

Namun dari beberapa informasi yang didapatkan, bahwa dalam rapat koordiansi berujung buntu dan tidak menemui titik terang.

Rencana kegiatan kedua perusahaan tersebut, bertitik lokasi di Desa Ue Mea Kecamatan Toili Desa Sinorang, dan Desa Maleo Jaya di Kecamatan Batui Selatan.

PT Banggai Kencana Permai rencananya akan melakukan kegiatan pertambangan di Desa Ue Mea Kecamatan Toili, Desa Sinorang dan Maleo Jaya di Batui Selatan.

Sedangkan PT Indo Nikel Karya Pratama rencananya akan melakukan kegiatan pertambangan di Desa Sinorang dan Maleo Jaya di Batui Selatan, UPT Batui V di Kecamatan Batui.

Sebelumnya penolakan masyarakat Batui terhadap kedua perusahaan nikel yang akan beroperasi dikarenakan dalam sosialisasi AMDAL-nya tidak melibatkan unsur-unsur masyarakat dan dituding oleh masyarakat Batui sebagai sosialisasi tertutup.

Kekecewaan masyarakat Batui memuncak saat adanya rapat sosialisasi secara virtual yang dilaksanakan di kantor camat Batui dimana tidak dihadiri langsung oleh perwakilan perusahaan tersebut. Akibatnya masyarakat batui marah dan secara tegas menolak hadirnya pertambangan diwilayah mereka.

Salah satu tokoh masyarakat di Batui, Rusli mengatakan dengan tegas dalam rapat virtual tersebut bahwa dirinya menolak tambang nikel dibatui dikarena dampaknya akan merusak alam dan mengganggu sektor pertanian di Kecamatan Batui.

“Kami menolak tambang di Batui,” ujar Rusli saat menyampaikan suaranya dirapat tersebut.

(mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.