AJD 2018 Menjadi Ajang Untuk Jurnalistik Sulteng Terbaik di Tahun Ini

AJD 2018 Menjadi Ajang Untuk Jurnalistik Sulteng Terbaik di Tahun Ini

Penyerahan penghargaan kepada para pemenang oleh Bupati Banggai Herwin Yatim, Sabtu (17/11) di Luwuk. (Dok: Istimewa)

Transsulawesi.com, Banggai -- Anugerah Jurnalistik DSLNG (AJD) 2018 merupakan ajang terbaik di tahun ini untuk mendorong para jurnalistik di Sulawesi Tengah dalam menghasilkan karya terbaiknya.

Dengan tema “Peran Industri Migas dan DSLNG dalam Mendorong Pertumbuhan Daerah dan Pengembangan Masyarakat” AJD telah digelar sejak 1 Maret sampai dengan 30 September 2018 dalam tahapan prosesnya.

Memang bukan perkara instan, karena ajang ini melewati beberapa tahapan yang cukup panjang perjalanannya. Dalam kegiatan ini, DSLNG mengangkat karya tulis untuk kategori media cetak dan online yang berbadan hukum dengan karya jurnalistik yang berkualitas, bermanfaat, dan berdampak positif bagi publik, termasuk industri migas.

Sebanyak 15 jurnalis berhasil meraiih penghargaan dalam acara Anuegrah AJD 2018. Penyerahan penghargaan kepada para pemenang dilangsungkan pada Sabtu (17/11) di Luwuk, dihadiri oleh Bupati Banggai Herwin Yatim, jajaran Forkompinda Kabupaten Banggai, Direktur Urusan Korporasi PT Donggi-Senoro LNG Aditya Mandala, para finalis dan jurnalis dari Sulawesi Tengah.

Ada empat kategori yang dilombakan, yaitu  kategori berita (news) media cetak, kategori berita media online, kategori berita kisah (feature) media cetak, dan kategori berita kisah media online.

Di Malam AJD 2018, DSLNG juga memberikan apresiasi kepada keluarga almarhum Soeria Lasny, tokoh pers di Sulawesi Tengah, atas pengabdiannya yang menginspirasi dengan dedikasi yang tinggi untuk kemajuan dunia jurnalistik sepanjang hidup.

Tim juri AJD 2018 terdiri dari perwakilan jurnalis senior yaitu Rolex Malaha dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Muhammad Iqbal dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Hasan Muhamad dari kalangan akademisi, Mohammad Isnaeni Muhidin dari kalangan pegiat literasi, dan Doty Damayanti dari DSLNG sebagai pelaku industri migas.

Para peserta dinilai kualitas beritanya. Mencakup sejauh mana penerapan prinsip jurnalismenya yang baik dengan konten berita, praktek penulisan berita yang benar, susunan dan penggunaan kalimat, kesesuaian data dan fakta, penggunaan tanda baca, tata bahasa, dan aspek-aspek yang berhubungan dengan penulisan berita.

DSLNG dan media massa selama lebih dari satu dasawarsa, telah bersinergi dalam mendukung perubahan daerah dengan mendorong pemberitaan dan pesan industri migas untuk menciptakan iklim investasi daerah yang kondusif dan mendorong sektor-sektor lain untuk tumbuh dan berkembang bersama.

Direktur Urusan Korporasi PT Donggi Senoro LNG, Aditya Mandala mengatakan, AJD 2018 adalah sebuah bentuk apresiasi perusahaan terhadap jurnalis Sulteng yang selama ini telah membantu penyebaran informasi berkaitan dengan kegiatan perusahaan dan pembangunan daerah Sulawesi Tengah.

AJD, kata Aditya, juga bagian dari peringatan 10 tahun berdirinya PT Donggi Senoro LNG di Kabupaten Banggai.

“Semoga kegiatan ini bisa terus memberi semangat kepada para jurnalis dalam menghasilkan karya-karya yang terbaik,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, DSLNG menyiapkann anggaran kurang lebih Rp,105 juta untuk kompetisi Jurnalistik. Kompetisi karya tulis Jurnalistik ini merupakan kerjasama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.