Viral Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu, Kapolda Sulsel Minta Maaf

Viral Polisi Masuk Masjid Pakai Sepatu, Kapolda Sulsel Minta Maaf

Foto: Youtube

Transsulawesi.com, Makassar -- Sebuah video berdurasi 22 detik berisi penangkapan dan pemukulan mahasiswa oleh oknum aparat, beredar Selasa (24/9/2019).

Video tersebut viral di jejaring sosial WhatsApp Group bersama dengan bentrok mahasiswa dan aparat kepolisian saat demonstrasi di gedung DPRD Sulsel, Makassar, Jl Urip Sumohardjo.

Ada dua video yang beredar, berdurasi 7 detik dan 22 detik. Dua video tersebut menggambarkan beberapa polisi membawa tongkat, tameng, mengenakan helm dan bersepatu menangkap sejumlah orang yang diduga mahasiswa pendemo di dalam masjid.

Dari penelusuran video teersebut terjadi di Masjid Syuhada dalam kompleks kantor Pengadilan Tinggi Makassar di jl Urip Sumoharjo, berdampingan dengan kantor DPRD Sulsel yang menjadi sasaran utama mahasiswa pengunjuk rasa hari ini, Selasa, (24/9).

Terbukti dari suasana interior masjid yang memang seperti di dalam video tersebut.

"Iya ini di dalam video, masjid Syuhada bu'. Itu di dalam," kata Syamsuddin, (50), sekuriti kantor Pengadilan Tinggi Makassar saat ditemui malam ini sembari mengantar untuk melihat langsung.

Hanya saya dia tidak bersedia komentar mengenai kejadian polisi masjid itu karena baru malam ini masuk piket dan tidak tahu kejadian siang hari.

Soal kejadian polisi masuk masjid mengejar mahasiswa ini dibenarkan Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe yang dikonfirmasi via ponselnya.

Kata dia, awalnya tidak tahu ada kejadian seperti itu tapi setelah viral di medsos barulah diketahui kalau ada anggota yang masuk ke masjid mengejar mahasiswa dan tidak buka sepatu.

Jadi, jelasnya, anggota polisi ini mengejar adik-adik mahasiswa yang melempari batu ke petugas. Dikejar sampai ke masjid. Disuruh keluar tapi tidak keluar-keluar akhirnya polisi masuk tanpa buka sepatu menangkap mahasiswa itu.

"Terkait masalah itu, tentu saya selaku penanggung jawab, Kapolda Sulsel, saya bertanggug jawab, saya minta maaf dan akan cari anggota untuk ditindak tegas," katanya dikutip dari CNN Indonesia.

Ia menyatakan pihaknya sedang mencari dari kelompok mana anggota yang bertugas itu. Laporannya adalah anggota ini dari satuan sabhara dari luar Makassar atau anggota dari Polres di luar Makassar yang di-BKO-kan.

"Itu kesalahan melanggar etika masuk masjid yang seharusnya bersih malah masuk tanpa buka alas kaki. Itu salah dan akan ditindak," tandas Irjen Polisi Mas Guntur Laupe. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.