Tiket Pesawat Naik, Warga Banggai Enggan Bepergian

Tiket Pesawat Naik, Warga Banggai Enggan Bepergian

Pasca-kenaikan harga tiket pesawat dua bulan terakhir, jumlah pengguna jasa maskapai berkurang hingga 17 persen, dibanding sebelumnya. (Foto: Kompas)

Transsulawesi.com, Banggai – Mahalnya harga tiket pesawat sejumlah rute penerbangan dikeluhkan oleh masyarakat.

Pasca-kenaikan harga tiket pesawat dua bulan terakhir, jumlah pengguna jasa maskapai berkurang hingga 17 persen, dibanding sebelumnya.

General Manajer Angkasa Pura I, Wahyudi mengatakan bahwa kenaikan tiket pesawat berdampak pada penurunan jumlah penumpang pesawat.

"Berdampak (kenaikan harga tiket). Terjadi penurunan jumlah penumpang sekitar 17 persen. Kalau selisih (sebelum dan sesudah), angkanya saya belum cek," kata Wahyudi.

Untuk tiket keberangkatan dari Kota Luwuk menuju Makassar, saat ini harga tiket Rp.1.200.000. Sementara untuk menuju Jakarta tiket pada kisaran Rp.2.400.000 pada minggu ini.

Sejumlah mahasiswa Banggai juga mengeluhkan naiknya harga tiket pesawat yang cukup memberatkan kantong pelajar seperti mereka mereka.

“Tiket so jadi Rp2.300.000 sekarang dari Jogja ke Luwuk, mo suka pulang kampung ke Luwuk tapi tiket so begini,” ujar Rahma seorang mahasiswa di Jogja.

Sementara itu, dari informasi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Mandai, Maros, semakin sepi. Calon penumpang hanya dihitung cari. Tak ada lagi penumpang yang terlihat tidur melantai di area kedatangan dan keberangkatan.

Tentunya dengan kenaikan tiket pesawat juga berdampak pada banyak sektor usaha lainnya di masyarakat. (mhr)