Sudah 21 Seri MotoGP, Rossi dan Vinales Tak Kunjung Menang

Sudah 21 Seri MotoGP, Rossi dan Vinales Tak Kunjung Menang

ekor terburuk sebelumnya yang dialami Yamaha terjadi sepanjang pengujung musim 2002 hingga berakhirnya musim 2003 dengan 18 seri tanpa kemenangan. (Foto: sports.yahoo)

Transsulawesi.com, Banggai -- Hasil buruk Valentino Rossi dan Maverick Vinales di MotoGP Austria 2018 membuat Movistar Yamaha memperpanjang rekor paceklik kemenangan di MotoGP.

Rossi hanya mampu finis posisi keenam setelah start dari posisi 14 pada balapan MotoGP Austria. Sementara Vinales meraih hasil yang lebih buruk setelah hanya mampu melewati garis finis di posisi ke-12.

Hasil di Sirkuit Red Bull Ring membuat Yamaha memperpanjang rekor paceklik kemenangan terburuk dalam sejarah keikutsertaan tim asal Jepang itu di MotoGP. Yamaha kini sudah tidak pernah menang sejak Rossi menjadi pemenang di MotoGP Belanda, 25 Juni 2017.

Sejak Rossi meraih kemenangan di Assen, Yamaha sudah tidak pernah meraih kemenangan di 21 seri MotoGP hingga berakhirnya balapan di Austria.

Rekor terburuk sebelumnya yang dialami Yamaha terjadi sepanjang pengujung musim 2002 hingga berakhirnya musim 2003 dengan 18 seri tanpa kemenangan.

Buruknya penampilan Rossi dan Vinales sejak pertengahan musim lalu membuat Yamaha mengungkapkan permintaan maaf. Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Pemimpin Proyek YZR-M1, Kouji Tsuya, usai kualifikasi di MotoGP Austria, Sabtu (11/8).

Rossi sendiri mengungkapkan masalah yang dimiliki sepeda motor M1. Pebalap 39 tahun itu menyakini Yamaha harus memperbaiki performa mesin dan perangkat elektronik.

"Bagi saya sasis motor bagus. Ini bukan hanya masalah perangkat elektronik, tapi juga mesin. Ducati dan Honda terlihat sudah banyak berubah. Masalah kami adalah kombinasi mesin dan perangkat elektronik," ucap Rossi dikutip dari Marca. (irf)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.