Srikandi Herbalis JOB Tomori, Berawal Dari Kecintaaan Terhadap Tanaman Toga

Srikandi Herbalis JOB Tomori, Berawal Dari Kecintaaan Terhadap Tanaman Toga

Santi (tengah), ketua kelompok Navu Pakuli di Desa Sinorang. (Foto:Transsulawesi.com)

Transsulawesi.com, Banggai -- Jauh dari kesan mewah saat kunjungan sejumlah wartawan ke rumah "Ibu dan Anak" Joint Operating Body Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB-Tomori) di Kampung Bajo, Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Minggu, (26/8/2018). Tempat ini menjadi salah satu tempat kegiatan pengembangan masyarakat binaan JOB Tomori.

Sekitar 10 meter saja dari bibir pantai, rumah ibu dan anak penuh dengan segudang aktivitas pengembangan masyarakat di kampung Bajo. Dalam kunjungan acara “Site Visit Wartawan Kabupaten Banggai”.

JOB Tomori sengaja mengajak para wartawan untuk melihat langsung kegiatan yang telah dilakukan selama ini. “Kalau biasanya kita ajak rekan-rekan wartawan ke lokasi area perusahaan atau dihotel, kali ini beda,” Ujar Ruru Rudianto A. Sartoko, Relation Section Head JOB Tomori kepada sejumlah wartawan yang hadir.

Ratusan perserta memadati tempat kunjungan yang tidak lebih besar dari lapangan voli. Tawa riang anak-anak dan beberapa peserta dari kelompok binaan JOB Tomori meramaikan tempat kunjungan di belakang rumah Ibu dan Anak. Rumah sederhana ini terletak tepat dipertengahan kampung yang penduduknya mayoritas suku Bajo.

Diantara hiruk pikuk peserta yang hadir, Santi, wanita belia asal Desa Sinorang nampak  sibuk merapikan puluhan produk Industri Rumah Tangga (IRT) bersama dua rekannya. Sebuah tenda biru berukuran 3x4 sebagai tempatnya untuk berteduh dari teriknya raja siang. Santi merupakan ketua kelompok IRT “Navu Pakuli” bentukan JOB Tomori di Desa Sinorang.

Saat ditemui, Santi yang sedang menggunakan hijab bermotif bunga ini, dengan sabar menjelaskan produk-produk olahan mereka kepada sejumlah wartawan walau sesekali suaranya beradu dengan gemuruh ombak ditepi pantai. Beberapa jenis produk olahan kelompoknya tertata rapi di meja tepat didepannya yang berukuran tidak lebih dari satu meter setengah. Produk yang dipamerkan oleh kelompoknya, seperti olahan ikan, keripik, herbal, beras organik, dan virgin oil.

Dari beberapa produk yang dipamerkan, produk herbal menjadi produk andalan dari kelompoknya. Santi mengatakan bahwa produk-produk herbal olahan kelompoknya ternyata banyak peminatnya.

Namun, Santi menjelaskan bahwa pengembangan JOB Tomori terhadap kelompoknya bukan perkara instan. Menurutnya, pengembangan UMKM untuk kelompoknya dilakukan oleh JOB Tomori sudah tiga tahun lebih hingga bisa sampai pada titik mandiri secara ekonomi saat ini.  “Tidak gampang, tiga tahun lebih kami didampingi.” Ujar Santi dengan raut wajah serius.

Santi mendapatkan pengetauhan tentang pengobatan herbal saat JOB Tomori memfasilitasi pelatihan herbal untuknya dan beberapa kelompok lainnya di Jakarta. Santi kini telah mengetauhi lebih dari 200 lebih jenis nama tanaman untuk diolah menjadi herbal.

Beragam jenis tanaman herbal atau tanaman obat keluarga (Toga) diolah menggunakan alat khusus sehingga menghasilkan produk steril yang siap dikonsumsi. Beberapa jenis tanaman seperti kunyit, jahe, mengkudu, dan tanaman herbal lainnya di olah untuk khasiatnya masing-masing.

Kelompoknya mendapatkan pendampingan yang cukup lama oleh JOB Tomori. Selain dari pengetahuan,  JOB-Tomori membantu kelompoknya dengan fasilitas tekhnologi alat untuk produk olahan kelompok binaan. Selain pendampingan, JOB-Tomori terus melakukan monitoring terhadap beberapa kelompok binaan yang terbentuk.

Dari hasil penjualan produk herbalnya, kini Santi bisa membantu biaya untuk adik-adiknya bersekolah dan kuliah. Sebagai seorang ibu rumah tangga, Santi tak lagi bergantung pada suaminya sebagai tulang punggung keluarga, karena ia kini bisa mandiri secara ekonomi.

Penghasilan yang didapatkan Santi cukup fantastis untuk seorang ibu rumah tangga, “kalau penghasilan bisa sampe 10 juta perbulan mas, rata-ratanya 5 juta,” ungkapnya.

Menurutnya dari sisi ekonomi ia sudah terbantu, begitu juga dengan masyarakat yang bisa menggunakan herbal sebagai pengobatan alternatif. Dari pengakuannya banyak warga yang mencari produknya untuk masalah kesehatan ringan dan serius. Dari produk-produk herbal kelompoknya, Santi banyak membantu warga di desanya dan sekitar dalam masalah kesehatan.

Pemberdayaan Masyarakat Oleh JOB-Tomori

Kerja keras JOB-Tomori dalam pemberdayaan terhadap kelompok-kelompok di Kecamatan Batui Selatan bukan isapan jempol semata. Atas dedikasinya terhadap masyarakat, JOB Tomori berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2018 yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) yang merupakan forum independent yang dibentuk sebagai wadah para pelaku Corporate Social Responsibility (CSR) dan pegiat pemberdayaan masyarakat atau Community Development.

JOB Tomori berhasil memperoleh prestasi tertinggi yaitu Platinum untuk pencapaian SDGs No.8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.  JOB Tomori berhasil memajukan program Pengembangan UMKM berbasis Tanaman Obat yang berada di Desa Sinorang, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.

Sedangkan penghargaan Silver dianugerakan pada  pencapaian SDGS No.4 yaitu Pendidikan Berkualitas dengan program Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak yang telah dimplementasikan JOB Tomori di kawasan pesisir Pantai Sinorang dengan melibatkan anak-anak dan ibu-ibu di Pantai Sinorang, Kabupaten Banggai untuk berbuat aktif dalam peningkatan literasi.

Ruru Rudianto mengatakan bahwa pengembangan terhadap masyarakat melihat potensi yang bisa dikembangkan didaerah masing-masing. Sehingga program-program pemberdayaan bisa lebih tepat sasaran dan benilai guna. “lebih mengangkat apa yang bisa di kembangkan, yaitu sisi pemberdayaan terhadap masyarakat.” Ujar Ruru di rumah Ibu dan Anak.

Santi merupakan salah satu contoh dari sekian program pemberdayaan yang dilakukan oleh JOB Tomori. Berawal dari kecintaan terhadap pelestarian tanaman Toga, kini Santi dan kelompoknya bisa mandiri secara ekonomi saat ini.

Muhajir Badjeber

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.