Sebanyak 41 Toko Alfamidi di Palu Habis Dijarah

Sebanyak 41 Toko Alfamidi di Palu Habis Dijarah

Warga terpaksa mengambil karena membutuhkan makanan dan air bersih. (AFP PHOTO/BAY ISMOYO)

Transsulawesi.com, Palu – Sebanyak 41 toko PT Midi Utama Indonesia (Alfamidi) mengalami kerugian besar akibat aksi pengambilan barang oleh masyarakat pasca gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Seluruh toko Alfamidi milik perusahaan ini habis diambil barang-barangnya oleh masyarakat.

Corporate Affair Director Midi Utama Indonesia, Solihin, mengaku tak bisa berbuat banyak atas kejadian penjarahan ini. Sebab, dengan banyaknya massa yang datang menyulitkan karyawan Alfamidi untuk menghalangi pengambilan paksa ini.

"Sebanyak 41 toko habis, diambil paksa semua. Kita tidak ada perlawanan. Kita hanya bisa berharap jangan merusak," ujar dia seperti dikutip dari Liputan6.com di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Solihin menyatakan, Alfamidihanya bisa memerintahkan para karyawannya untuk menyelamatkan diri jika terjadi penjarahan. Hal ini agar karyawan tersebut tidak menjadi korban dari aksi ini.

"Saya sudah perintahkan kemarin kalau itu terjadi, selamatkan diri masing-masing," kata dia.

Namun yang disayangkan oleh Solihin adalah massa yang datang tidak hanya mengambil barang-barang berupa makanan atau minuman, tetapi barang-barang lain yang sebetulnya tidak dibutuhkan dalam keadaan darurat pasca gempa.

"Karena ini massa yang mungkin bukan hanya mengambil barang-barang yang berupa makanan, tetapi barang-barang lain di sana juga habis. ‎Apa saja. Lihat sendiri, toko baju habis. Bahkan di beberapa Instagram, televisi saja di bawa, apa itu bisa dimakan? Saya juga tidak mengerti," tandas dia.

Sebelumnya, gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 sore, menimbulkan masalah baru. Sejumlah toko dan tempat perbelanjaan dijarah warga sejak Sabtu, 29 September 2018.

Dari sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial, ratusan warga Palu berbondong-bondong menjarah lokasi perbelanjaan dan toko bahan makanan. Tak terkendali, beberapa orang warga malah nekat memecahkan kaca pintu toko untuk mengambil minuman dan makanan. (sam)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.