Sebanyak 3,6 Juta Peserta Bersaing di Seleksi CPNS 2018

Sebanyak 3,6 Juta Peserta Bersaing di Seleksi CPNS 2018

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan total pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah ditutup pada Senin, 15 Oktober 2018. (Foto: BKN)

Transsulawesi.com, Banggai -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan total pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah ditutup pada Senin, 15 Oktober 2018 pukul 23.59 WIB mencapai 3.627.797 pelamar.

Secara rinci Formasi Umum diisi 3.587.967 pelamar, sedangkan formasi Penyandang Disabilitas 1.640 pelamar. Selanjutnya, formasi Putra/Putri Papua diminati 3.440 pelamar, sementara formasi Lulusan Terbaik (cum laude) ada 25.966 orang.

Formasi Diaspora diminati 19 pelamar, sedangkan formasi Eks Tenaga Honorer Kategori II dilamar 8.765 orang.

Uniknya, meskipun Indonesia telah menjadi tuan rumah Asian Games maupun Asian Para Games nyatanya tak ada atlet dengan prestasi internasional yang mendaftar formasi yang disiapkan khusus bagi para olahragawan itu.

Sebetulnya yang membuat akun untuk seleksi CPNS adalah 4,436 juta. Ada 800 akun yang gagal menyampaikan berkas pendaftaran, dan sebanyak 1,23 juta akun belum terverifikasi instansi.

Selanjutnya, setelah penutupan pendaftaran yang dilakukan secara terintegrasi lewat sscn.bkn.go.id, akan dilakukan proses verifikasi administrasi terhadap berkas-berkas yang telah diajukan para pelamar.

Nantinya, bagi pelamar yang lulus seleksi administrasi yang akan diumumkan sekitar 21 Oktober 2018 berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang pada 26 Oktober-17 November 2018.

Mereka yang dinyatakan lulus SKD akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sekitar 22-28 November 2018. Pengumuman akhir seleksi CPNS 2018 direncanakan pada pekan pertama Desember 2018.

"Panselnas akan mengupayakan agar lokasi pelaksanaan SKD dan SKB tersebut dekat dengan domisili pelamar dengan menyediakan lebih dari 219 lokasi tes yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Menteri Syafruddin dalam keterangan persnya, Selasa (16/10).

Syarif juga mengimbau pelamar agar mempersiapkan diri mengikuti rangkaian seleksi tersebut. Materi untuk tahapan SKD meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan nilai ambang batas yang berbeda-beda menurut jenis formasinya.

"Saya mengajak agar kita bersama mengawal dan menjaga agar proses seleksi CPNS Tahun 2018 ini dapat berlangsung aman, kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan tidak dipungut biaya," kata mantan Wakapolri tersebut.

Dia juga menegaskan agar masyarakat atau calon pelamar tidak memercayai apabila ada pihak-pihak tertentu yang menjanjikan dapat membantu kelulusan dalam penerimaan CPNS 2018 dimaksud dengan keharusan menyediakan sejumlah uang atau imbalan lainnya.

CNN Indonesia

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.