Sang Spiderwoman dari Grobogan Raih Emas di Asean Games

Sang Spiderwoman dari Grobogan Raih Emas di Asean Games

Aries Susanti Rahayu meraih emas dari cabang panjat tebing Asian Games 2018. (Reuters)

Transsulawesi.com, Palembang -- Atlet panjat tebing putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu berhasil meraih medali emas dari nomor kecepatan putri Asian Games 2018, di Jakabaring Sport City (JSC) Sport Climbing, Palembang, Kamis (23/8/2018) malam.

Medali emas ini sekaligus menjadi yang pertama diperoleh di Palembang, Sumatera Selatan. Kemenangan ini didapat setelah tercipta all Indonesia final yang mempertemukan Aries dengan Puji Lestari.Dalam ajang tersebut, Ayu mampu mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva, dengan catatan waktu 7,51 detik. Atas prestasinya itu, Aries dijuluki 'Spiderwoman' alias Laba-laba Wanita dari Indonesia.

Ayu pernah mengomentari julukan 'Spiderwoman' yang disematkan kepadanya karena prestasinya tersebut yang sangat cepat merayap di dinding panjatan tersebut.

"Saya terserah dengan yang kasih julukan saja. Menurut saya, julukan itu buat kami semua buat timnas panjat tebing Indonesia. Semua Spiderwoman," katanya pada Mei lalu.

Jika melihat perawakannya yang terkesan kalem, memang sulit disangka bahwa wanita berjilbab ini ternyata begitu perkasa dalam memanjat dinding. Ketinggian dinding panjat pun justru membuatnya semakin penasaran untuk ditaklukkan.

Panjat tebing tampaknya memang sudah akrab dengan wanita 23 tahun tersebut sejak masih remaja. Ia mulai menggeluti panjat tebing dan panjat dinding sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Aries Susanti, Sang 'Spiderwoman' dari Grobogan Peraih EmasAries Susanti Rahayu bakal mendapatkan Rp1,5 miliar dari olahraga yang ia cintainya itu. (REUTERS/Edgar Su)

Bahkan sebelum menggeluti panjat tebing maupun panjat dinding, Ayu banyak menggandrungi olahraga lari sejak masih Sekolah Dasar. Kemudian gurunya di sekolah itu yang memperkenalkannya dengan olahraga panjat tebing.

Wanita kelahiran Desa Taruman, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan itu pun mulai menambatkan hatinya di panjat dinding karena baginya olahraga itu sangat memacu adrenalin.

Saking jatuh cinta dengan olahraga itu, Ayu bahkan sampai harus mengorbankan masa-masa kuliahnya. Ia hingga harus berhenti kuliah pada semester tiga di jurusan manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang demi merintis karier sebagai pemanjat tebing andal.

Berkat prestasinya saat ini di Asian Games 2018, kehidupannya pun kini bakal berubah. Sang 'Spiderwoman' bakal mengantongi uang Rp1,5 miliar dari pemerintah sebagai imbalan atas emas yang dipersembahkannya untuk Indonesia. (mhr)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.