Rocky Gerung Menjadi Magnet Besar Kosong Dua di Banggai

Rocky Gerung Menjadi Magnet Besar Kosong Dua di Banggai

RG yang menjadi pembicara utama dalam acara yang bertema “Kampus dan Politik Akal Sehat” di Universitas Muhammadiyah Luwuk, tampil garang saat berbicara didepan ribuan tamu undangan yang hadir dan mahasiswa Unismuh, Kamis, (7/2/2019). (Foto: Baharuddin Bua)

Transsulawesi.com, Luwuk -- Kedatangan Rocky Gerung (RG) di Kota Air Luwuk, Kabupaten Banggai, menjadi magnet yang cukup kuat untuk warga Banggai dan berbagai kalangan.

RG yang menjadi pembicara utama dalam acara yang bertema “Kampus dan Politik Akal Sehat” di Universitas Muhammadiyah Luwuk, tampil garang saat berbicara didepan ribuan tamu undangan yang hadir dan mahasiswa Unismuh, Kamis, (7/2/2019).

Sekitar ribuan undangan dari beberapa kalangan ramai memenuhi aula umum kampus Unismuh Luwuk hanya untuk melihat pria kelahiran Manado ini.

Dari pantauan, banyak tamu undangan yang ramai dengan yel-yel dua jari dukungan kepada Calon Presiden Prabowo Subianto.

“Hidup kosong dua, sapa mo blok,” teriak seorang ibu-ibu yang menghadiri acara.

Baca Juga: Rocky Gerung di Kota Luwuk: Akal Sehat Adalah Kritik Bukan Menjilat

RG yang tampil menantang didepan ribuan peserta menyampaikan agar rakyat Indonesia harus memilih pemimpin yang visioner. Menurutnya pemimpin itu harus paham dengan kondisi negara bukan sebaliknya.

Dalam tema acara, RG menyampaikan bahwa bahwa akal manusia diciptakan untuk sebuah kritik pada tatanan yang berlaku.

“Fungsi dari akal sehat adalah mengkritik, bukan menjilat,” ujar Rocky dengan lantang.

Sontak, ribuan tamu undangan yang hadir ikut berteriak semangat menaggapi pidato RG.

Menurutnya ia sering di cekal saat memasuki beberapa kampus menjadi pembicara. Namun di kampus Unismuh ia berterimakasih mendapatkan tempat yang baik.

Rocky mengatakan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah proposal utama yang harus dilakukan pemerintah. Menurutnya kampus adalah tempat untuk berbicara politik dikalangan akademis.

Tamu undangan terlihat begitu terhibur dengan pesan-pesan RG yang penuh dengan makna dialektika. (mhr)