Rehabilitasi Pascagempa Sulteng Dimulai Bulan Depan

Rehabilitasi Pascagempa Sulteng Dimulai Bulan Depan

BNPB sebelumnya menyatakan evakuasi korban akan dihentikan pada Kamis (11/10). Hingga Selasa (9/10) siang, korban akibat gempa dan tsunami di Sulteng mencapai 2.010 orang. (Foto: Reuters)

Transsulawesi.com, Banggai – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan proses pemulihan dan rekonstruksi penanganan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, bakal dilakukan bulan depan. Proses rehabilitasi ini dilakukan usai masa evakuasi pencarian korban meninggal dihentikan pada Kamis (11/10) lusa.

"Rehabilitasi baru mulai kira-kira bulan depan. Ya nanti buat tempat tinggal sementara, sambil perbaiki semua infrastruktur yang ada, seperti sekolah, masjid, kantor, dan rumah yang bisa diperbaiki ya diperbaiki," ujar JK di kantor wakil presiden Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (9/10).

JK mengatakan, penghentian evakuasi korban pada 11 Oktober mendatang tak lantas menghentikan masa tanggap darurat dari pemerintah. Menurut JK, masa tanggap darurat penanganan pascagempa Palu tetap diberlakukan selama dua bulan mendatang.

"Tanggap darurat itu kan terdiri dari tahapan evakuasi, merawat yang luka-luka, melayani yang selamat. Tetap jalan, yang berhenti hanya evakuasi yang meninggal," katanya.

Sementara bagi 5.000 korban yang diduga hilang, lanjut JK, akan tetap dilakukan pencarian dengan skala kecil. Jika tidak, maka warga mesti pasrah kehilangan anggota keluarganya.

"Ya dipasrahkan untuk dikuburkan karena tidak bisa lagi (dicari). Mau diambil lagi berbahaya karena tanahnya labil sekali," ucap JK.

Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR memicu tsunami terjadi di Palu dan Donggala, serta Sigi, Sulawesi Tengah pekan lalu. Bencana itu menelan ribuan korban jiwa.

BNPB sebelumnya menyatakan evakuasi korban akan dihentikan pada Kamis (11/10). Hingga Selasa (9/10) siang, korban akibat gempa dan tsunami di Sulteng mencapai 2.010 orang. (sam)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.