Ratusan Ketinting Nelayan Lokal Hibur Pengunjung Pada Harnus di Tangkian

Ratusan Ketinting Nelayan Lokal Hibur Pengunjung Pada Harnus di Tangkian

Sebanyak 200 ketitinting nelayan tiga Kecamatan Nambo, Kintom, dan Batui meramaikan Hari Nusantara (Harnus) dengan melakukan parade ketinting dan sailing pass perahu layar di pelabuhan desa Tangkian, Kabupaten Banggai, Kamis, (13/12/2018). (Foto: Transsulawesi.com)

Transsulawesi.com, Kintom -- Sebanyak 200 ketitinting nelayan tiga Kecamatan Nambo, Kintom, dan Batui meramaikan Hari Nusantara (Harnus) dengan melakukan parade ketinting dan sailing pass perahu layar di pelabuhan desa Tangkian, Kabupaten Banggai, Kamis, (13/12/2018).

Walau kalah ukuran dengan kapal perang TNI Angkatan Laut, namun aksi para nelayan lokal tidak kalah menghibur. Karena banyak warga yang terhibur dan bersorak saat para nelayan lokal melakukan parade perahu layar di depan puluhan ribu pengunjung siang ini.

Salah seorang nelayan desa Batui, Aco mengatakan bahwa ia telah bersiap sejak kemarin untuk mengikuti acara parade kapal nelayan di Harnus kali ini. Aco sangat antusias, karena ini merupakan ajang nasional, sehingga ia senang mengikuti parade tersebut.

“Dari kamarin itu saya pe katinting so siap untuk ini hari,” ujarnya.

Parade KRI TNI Angkatan Laut bersama nelayan lokal bertolak dari Desa Uling, Kecamatan Kintom hingga pelabuhan Tangkian.

Kapuspen Kemendagri, Bahtiar, dalam pernyataan tertulisnya, mengatakan bahwa setiap tanggal 13 Desember Indonesia selalu memperingati Harnus.

"Dengan telah ditetapkannya tanggal 13 Desember sebagai Peringatan Hari Nusantara berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 126 Tahun 2001 tanggal 11 Desember Tahun 2001 Tentang Hari Nusantara maka di setiap tanggal 13 Desember selalu diperingatinya," Ujar Bahtiar.

Peringatan Hari Nusantara ini, kata Kapuspen, bertujuan meningkatkan kesadaran bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang bercirikan Nusantara. Oleh karena itu, segenap bangsa Indonesia wajib memperingatinya dengan cara menyelenggarakan kegiatan di instansi Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, sekolah – sekolah, dan masyarakat umum.

"Tema Peringatan Hari Nusantara Tahun 2018 adalah “ Perwujudan Kesatuan Nusantara yang Utuh melalui Deklarasi Juanda”," kata Bahtiar.

Gelaran Peringatan Hari Nusantara Tahun 2018, lanjut Kapuspen, bertempat di Pelabuhan Tangkiang Luwuk, Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah, dipimpin dan dibuka langsung Mendagri Tjahjo Kumolo yang mewakili Presiden RI, dirangkai dengan acara Pembacaan Naskah Deklarasi Djuanda oleh 3 orang pelajar Kabupaten Banggai dan Deklarasi “Sulteng Bangkit dan Kuat”. (mhr)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.