Polres Banggai Berhasil Ungkap Pembunuhan Pelajar SMP Siuna

Polres Banggai Berhasil Ungkap Pembunuhan Pelajar SMP Siuna

Kapolres Banggai AKBP Moch. Sholeh SIK, SH, MH, dalam konfersi pers, Kamis (31/1/2019) di Mapolres Banggai. (Foto: Polres Banggai)

Transsulawesi.com, Banggai – Personil Satuan Reskrim Polres Banggai berhasil mengungkap kasus meninggalnya Rizki Ahad alias IKI (13) yang terjadi pada Kamis (23/8/2018) lalu di Jalan R E Martadinata, Kompleks Tanjungsari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.

Meninggalnya Rizki, pelajar SMP Desa Siuna, Kecamatan Pagimana berhasil diungkap bermula saat ada kejadian kecelakaan lalu lintas (Laka lantas).

Dari hasil olah TKP, pihak Kepolisian Banggai menemukan beberapa kejanggalan.

“Setelah dilakukan olah TKP (Crime Scene Processing) timbul kecurigaan kematian pada korban tidak wajar,” kata Kapolres Banggai, Kamis (31/1/2019).

Dari hasil otopsi, diketauhi korban mengalami retak tulang dan patah pada rahang.

“Sebab pada otopsi tersebut ditemukan retak tulang tengkorak dan patah tulang rahang sebelah kanan korban,” jelas AKBP Moch Sholeh.

Dari hasil otopsi tersebut, pihak Kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan secara intensif.

Setelah melakukan proses tersebut, pihak Kepolisian menetapkan dan menangkap dua tersangka pada Ahad (27/1/2019).

“Kedua tersangka itu yakni Abdulrahman Tuna alias AIS (51) dan Randi Jafar alias Randi (21),” ujar Kapolres.

Lanjut Kapolres, tersangka Randi Jafar alias Randi diduga memegang dan menahan tubuh korban dari belakang, sedangkan Abdulrahman Tuna diduga memukul korban menggunakan kayu balok.

“Kami juga mengamankan barang bukti yakni, 2 unit sepeda motor dan pakaian korban berupa baju dan celana,” lanjut Kapolres.

Sementara, atas perbuatan kedua tersangka dikenakan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP lebih subsider pasal 351 ayat (3) KUHP jo pasal 55. 56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 20 tahun, maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

“Untuk motif pembunuhan saat ini masih terus dalam pendalaman penyidik,” jelas perwira menengah (Pamen) berpangkat dua melati di pundaknya itu. (mhr/Polres Banggai)