Rusli

Polairud Polda Sulteng Tangkap illegal Fishing di Perairan Bualemo

Polairud Polda Sulteng Tangkap illegal Fishing di Perairan Bualemo

Dirpolairud Polda Sulteng, Kombes Pol. Indra Rathana, S.IK, dalam konfrensi pers yang digelar Rabu (16/10), di Mako Ditpolairud Polda Sulteng, Kecamatan Wani, Kabupaten Donggala, menyampaikan dua tim yang diturunkan berhasil menangkap tangan pelaku Ilegal fishing, masing-masing pada Kamis (10/10), sekitar pukul 12.00 Wita, di Wilayah Perairan Desa Toiba, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai. (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Bualemo -- Kejahatan yang merugikan kekayaan negara kembali terjadi di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Yakni adanya perilaku penangkapan ikan dengan bahan peledak (bom ikan) atau Destruktif fishing, dan penangkapan ikan dengan bahan kimia diperairan Sulteng. 

Mendapat informasi dari masyarakat terkait hal tersebut, Dirpolairud Polda Sulteng, Kombes Pol. Indra Rathana, S.IK, merespon cepat dengan menerjunkan Tim nya untuk melakukan penyelidikan dilapangan.

Dirpolairud Polda Sulteng, Kombes Pol. Indra Rathana, S.IK, dalam konfrensi pers yang digelar Rabu (16/10), di Mako Ditpolairud Polda Sulteng, Kecamatan Wani, Kabupaten Donggala, menyampaikan dua tim yang diturunkan berhasil menangkap tangan pelaku Ilegal fishing, masing-masing pada Kamis (10/10), sekitar pukul 12.00 Wita, di Wilayah Perairan Desa Toiba, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai.

Serta diperairan Laut Desa Sibatang, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (12/10), sekitar pukul 05.30 Wita.

Indra menuturkan diperairan Desa Toba, Tim menemukan kapal tanpa nama dengan pelaku Inisial MT dan RL, warga Kabupaten Banggai, yang melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan kimia biologis (potasium) dan/atau alat bantu yang dilarang.

Dalam penangkapan ini sejumlah barang bukti berhasil disita, berupa 1 unit perahu tanpa nama, 2 unit mesin ketinting masing-masing 15 pk dan 9 pk,  7 buah jaring pengumpul ikan, 1 buah kompressor dan tabung,  2 roll selang, 1 buah dakor, 1 buah kacamata selam, 1 buah senter selam, 1 buah botol vixal, 1 buah botol air aki dengan selang panjang kurang lebih 15 cm, 1 buah botol sprite slime berisi serbuk putih,  2 pasang sepatu katak, 3 buah panah ikan, 2 buah tadu (jerat) udang lobster, 3 botol air limas perahu, Ikan dan udang lobster dengan berbagai macam jenis dan ukuran.

Sedangkan diperairan Laut Desa Sibatang, lanjutnya, tim yang sudah melakukan pengawasan sejak dini hari berhasil menangkap kapal batang yang melakukan penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) yang dilakukan oleh lima pelaku dengan inisial IT, S, IN, DN dan YT.

Pada penangkapan ini sejumlah barang bukti berhasil diamankan, yakni 1 Unit Perahu batang (bodi) 13 meter, 1 Unit Mesin Yamaha 40 PK, 1 unit Kompresor, 2 Selang untuk menyelam masing panjang 60 meter, 3 buah Dakor, 3 buah Sepatu Katak dan 3 buah Kacamata Selam, 2 buah Sibu-sibu pengumpul Ikan, 4  kotak Gabus Ikan, 1 buah Aki motor 12 Fuul, Kabel kembar Hitam Merah panjang 50 Meter, Patahan Anti Nyamuk, 3 kotak korek Api dan 1 gulung Benang, 12 botol Bir  Bom Ikan yang sudah diracik,  9 botol jenis Coca C  Bom ikan sudah diracik, 1 botol plastik merek LR berisikan serbuk pupuk Cap M yang belum diracik, 1 botol minuman merek PS berisi serbuk pupuk dan 1 botol plastik (teh botol) berisikan serbuk Korek Api, Ikan jenis Lolosi hasil Bom ikan sebanyak 4 kg dan ikan terpal/ ikan pogo sebanyak 1 Kg.

Indra menegaskan seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Sulteng untuk penyidikan lebih lanjut, dan seluruh tersangka dijerat dengan pasal 84 ayat 1 dan/atau pasal 100b Jo pasal 8 ayat 1 UU No.45 tahun 2009 tentang perikanan jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sementara itu, pada kesempatan yang berbeda, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si, melalui Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, S.IK menghimbau kepada masyarakat nelayan dimanapun berada agar tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara yang ilegal.

"Kami menghimbau masyarakat nelayan dimanapun berada untuk tidak melakukan penangkapan ikan diperairan laut kita dengan cara menggunakan bom Ikan atau alat tangkap lain yang dilarang undang-undang. Karena yang mereka lakukan dapat merusak ekosistem Biota Laut dan dapat diancam pidana. Krkayaan laut bukan milik perorangan atau kelompok tetapi untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran seluruh masyarakat nelayan," tandasnya. (dewi)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.