Pemekaran Tompotika Mutlak, Tidak Sekedar Politisasi Jelang Pilkada

Pemekaran Tompotika Mutlak, Tidak Sekedar Politisasi Jelang Pilkada

HM. Sofhian Mile dan Samsulbahri Mang saat Menandatangi Surat Keputusan Bersama Pembentukan Kabupaten Tompotika. (Foto: Ist)

Transsulawesi.com, Banggai – Forum Perjuangan Pemekaran Kabupaten Tompotika (FKPKT) meminta agar masyarakat di wilayah pemekaran Kabupaten Tompotika mendukung langkah perjuangan untuk pemekaran Tompotika yang sedang berjalan.

FKPKT juga meminta agar masyarakat tidak terpancing dengan pihak-pihak yang ingin memanfaatkan isu pemekaran Tompotika untuk kepentingan politik pilkada 2020 nantinya. Karena pada saat ini pemerintah daerah Kabupaten Banggai tengah mendorong hal tersebut dengan menyiapkan dokumen yang sesuai dengan peraturan UU Otonomi Daerah.

Menurut Sekretaris FKPKT, Syaiful Alkab mengatakan bahwa jika nantinya ada pihak-pihak yang mengatasnamakan forum perjuangan tompotika nantinya dilapangan tidak perlu dipermasalahkan. Namun Ia juga mengingatkan agar pemekaran Tompotika tidak di politisasi demi kepentingan pilkada 2020 nantinya.

“Jika ada kegiatan atau komunikasi di lapangan tentang perjuangan pemekaran tompotika tidak perlu di permasalahkan, karena pemda banggai sedang menyiapkan dokumennya,”.

“Kita juga mengingatkan jangan sampai ada pihak-ihak yang menggiring isu Tompotika ke ranah politik nantinya,” ujarnya.

Seperti diketahui, wilayah yang akan dijadikan Kabupaten Tompotika merupakan bagian dari Kabupaten Banggai. Kabupaten baru tersebut akan meliputi kecamatan, yakni Kecamatan Masama, Lamala, Mantoh, Balantak Selatan, Balantak, Balantak Utara Dan Bualemo.

Menurut informasi yang didapatnya, warga di kawasan pegunungan Tompitika berada jauh dari pusat layanan pemerintahan. Selain itu, infrastruktur di sana juga sangat memperihatinkan.

Keinginan warga terhadap pemekaran tersebut sudah berlangsung sejak 2008 lalu namun tak kunjung teralisasi. Semula dianggap tidak memenuhi persyaratan, namun setelah menenuhi persyaratan berupa luas area dan jumlah penduduk, pemekaran juga belum terealisasi. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.