Nostalgia Dengan Kuliner Kaledo Ditengah Bangkitnya Kota Palu

Nostalgia Dengan Kuliner Kaledo Ditengah Bangkitnya Kota Palu

Kuliner Kaledo. (Foto: Transsulawesi)

Transsulawesi.com, Palu -- Untuk masyarakat Sulawesi Tengah masakan Kaledo tidak begitu asing karena menu yang satu ini cukup familiar di masyarakat. Selain gurih, kaledo dengan kuah asam pedasnya memang menggugah selera makan siang anda.

Kaledo sendiri merupakan singkatan dari kaki lembu Donggala. Dan memang benar, ini memang merupakan kuliner khas Donggala yang ada di Palu, Sulawesi Tengah. Bahan baku utama untuk membuat kuliner ini adalah kaki sapi.

Saat perjalanan dari Luwuk menuju kota Palu, Transsulawesi.com meluangkan waktu untuk sedikit bernostalgia dengan kuliner khas kota palu yang sangat terkenal ini.

Memang ini sekilas mirip dengan sop buntut, namun terbuat dari kaki lembu. Uniknya, sop kaledo ini dapat dinikmati dengan nasi, namun lebih meneriknya jika disantap dengan umbi seperti singkong rebus.

Rumah Makan Kaledo Stereo belokasi di Jl. Hasanuddin Toto, Silae, Palu menjadi tempat yang dituju. Setidaknya membutuhkan 15-20 menit perjalanan dari bandara untuk bisa sampai di tempat ini.

Kaledo yang disajikan tersaji dalam porsi besar, tak perlu menerawang jauh untuk melihat bahan-bahan untuk mebuat kaledo. Karena saat disajikan, anda bisa langsung melihat tulang, daging, dan sedotan satu paket dalam mangkuk putih besar.

Pasti banyak yang bertanya sedotan yang tersedia untuk apa? Jangan salah, sedotan yang disediakan berguna untuk mengambil sum-sum yang terdapat pada lubang tulang kaledo, seruput-seruput, sum-sum kaledo habis sekejap.

Sepintas mirip dengan sop sumsum, namun dagingnya cukup lembut, dengan kuahnya asam dengan rasa yang sangat gurih. Untuk satu porsi kaledo dipatok dengan harga yang terjangkau yakni Rp65.000.

Ditengah bangkitnya kota palu saat ini, tidak ada salahnya jika anda bisa kembali bernostalgia dengan kaledo jika anda sedang berkunjung di kota palu. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.