Mengkhawatirkan, Kasus Persetubuhan Anak di Tana Toraja Tinggi

Mengkhawatirkan, Kasus Persetubuhan Anak di Tana Toraja Tinggi

(Polres Tana Toraja (Foto: Kabarmakssar)

Transsulawesi.com, Makassar  -- Polres Tana Toraja melakukan press rilis dalam upaya penanganan kasus pemerkosaan di Tana Toraja hingga Februari 2019 ditangani sebanyak 33 kasus. Dimana wilayah hukum mencakup dua kabupaten yakni Tana Toraja dan Toraja Utara.

Pada tahun 2018 kasus persetubuhan anak di bawah umur yang di tangani Polres Tana toraja sebanyak sebanyak 33 kasus dan di tahun 2019 pada akhir Februari sudah sebanyak 11 kasus. 

Kasat Reskrim Tana Toraja, AKP Jhon Paerunan mengatakan jika saat ini kasus persetubuhan anak di bawah umur, lebih tinggi di Tana Toraja dibanding Toraja Utara. Data tersebut diutarakan Kapolres Tator, AKBP Julianto Sirait pada konferensi pers, Rabu (20/2).

AKP Jhon Paerunan menyatakan bahwa dari 11 kasus yang kami tangani kami berhasil mengamankan pelaku sebanyak 14 orang pelaku.

Jhon mengatakan, dengan tingginya kasus persetubuhan anak di bawah umur ini,

sangat disayangkan karena semua korban dibawah umur," kata AKP Jhon.

Meningkatnya kasus pemerkosaan ini menurut AKP Jhon jika minimnya pengawasan dari orangtua dan pengetahuan anak tentang seksual.

Sementra itu Kapolres Tana Toraja, AKPB Julianto P. Sirait mengatakan, dari 11 kasus ini, penanganannya sudah sampai di tahap dua dan sudah dikirim di Kejaksaan untuk di tindaklanjuti atau segera disidangkan.

"Harapan kami agar kedepan, para orangtua melakukan pengawasan yang ketat terhadap anak-anaknya, jangan sampai menjadi korban persetubuhan anak di bawah umur," kata Julianto.

AKBP Julianto Sirait menambahkan jika masih banyak anak-anak yang di bawah umur, mulai pacar-pacaran, hal ini diwaspadai dan edukasi dan peran orangtua diperlukan. Kami tidak mau kompromi terhadap pelaku, semua pelaku-pelaku persetubuhan anak di bawah umur akan di tindaklanjuti tidak ada ampun," jelas Kapolres .

Kapolres mengatakan jika, Polres Tana Toraja juga telah mmelakukan sosialisasi di gereja, mesjid dan sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi untuk mewaspadai adanya kasus-kasus persetubuhan anak.

Kabarmakassar.com