Mengenal Nike, Ikan Endemik Banggai dan Kandungan Gizinya

Mengenal Nike, Ikan Endemik Banggai dan Kandungan Gizinya

Ikan Nike. (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Banggai -- Musim membludaknya populasi ikan nike di Kabupaten Banggai merupakan suatu fenomena unik tersendiri. Musim ikan nike hanya terjadi sekali di pertengahan tahun dan berlangsung selama empat atau lima hari.

Masyarakat Batui menyebutnya ikan Duong, ikan ini banyak diburu oleh masyarakat sekitar jika musimnya tiba. Ternyata ikan ini dapat dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai jenis makanan yang sangat lezat.

Ikan nike adalah ikan kecil yang hidup bergerombol dalam satu kelompok besar dan memiliki musimnya sendiri. Biasanya dalam sebulan hanya ada satu kali musim ikan ini bisa dijaring oleh nelayan. Dari sejumlah hasil penelitian, ikan ini memiliki protein dan lemak yang lebih tinggi sehingga baik untuk kesehatan terutama memenuhi gizi pada anak.

Dalam keadaan segar, sebagian besar kandungan ikan nike yakni air sekitar 70 persen dan protein 16 persen. Demikian disampaikan Prof Ir Ahmad Sulaeman PhD dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Selain itu, ikan nike juga mengandung kalsium, fosfor, yang bagus untuk pertumbuhan. Ada zinc juga kemudian zat besi. Kandungan kalsiumnya juga tinggi," kata Prof Ahmad dalam keterangannya.

Mengutip beberapa studi, Prof Ahmad mengatakan ikan nike juga mengandung asam lemak omega 3 dan 6 yang berperan penting untuk perkembangan otak bayi. Lalu, ada pula ARA (asam arakidonat) serta EPA (Acid Eikosapentaenoat) yang merupakan polyunsaturated fatty acid yang baik untuk perkembangan janin.

Aco, seorang penjual nike di Batui mengatakan, ikan nike dijual dengan harga Rp10.000 kantong kresek sedang. “Kalau so musim ikan nike, banyak orang bacari ini ikan, karena memang enak kalau di goreng,” ungkap Aco. (mhr)