Mandeknya Proyek PLTMG di Banggai dan Pemadaman Lampu Bergilir

Mandeknya Proyek PLTMG di Banggai dan Pemadaman Lampu Bergilir

PT PLN (Persero) mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkekuatan 40 megawatt (MW) di Desa Nonong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (Foto: IST)

Transsulawesi.com, Banggai – Krisis energi masih terus dialami oleh Kabupaten Banggai. Pasalnya hampir setiap minggu, masyarakat harus bersabar bergiliran mengalami pemadaman lampu setiap saat. Alasannya masih tergolong klasik, yakni karena kekurangan daya listrik untuk bisa dialirkan dan pemeliharaan alat atau mesin PLN itu sendiri.

Padahal 2018 silam, PT PLN (Persero) mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkekuatan 40 megawatt (MW) di Desa Nonong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Namun, peresmian pembangunan (ground breaking) proyek dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Sidrap, Sulawesi Selatan ini belum juga terealisasi hingga kini.

Proyek PLTMG Luwuk yang digadang-gadangkan akan beroperasi secara bertahap pada kuartal I 2019, dengan tahap awal sebesar 15 MW dan kuartal II sebesar 25 MW belum ada titik terangnya. Padahal, kalau dilihat total investasi yang ditanamkan dalam pembangunan pembangkit listrik ini diperkirakan mencapai Rp521 miliar.

Hingga Februari Tahun 2020, belum terdengar kabar soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 40 Megawatt di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam pembangunannya, PLTMG di desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah dibangun oleh kontraktor pelaksana secara konsorsium yaitu PT. Barata Indonesia, PT. Dalle Engineering Construction, PT. Mitra Energi Batam dengan nilai investasi mencapai Rp. 521 M.

Di tahun 2019, Masyarakat Banggai sudah seharusnya menikmati hasil pembangunan PLTMG kuartal I sebesar 15 Megawatt. "Namun sudah tahun 2020, PLTMG di Desa Nonong belum juga dinikmati masyarakat Banggai," ujar Ayi, warga Desa Nonong.

Persoalan kemudian mencuat bahwa pembangunan PLTMG di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah terhenti sejak Agustus 2019. Hal itu disebabkan karena belum terbayarkannya hak pekerja sebanyak 230 orang. "Pembangunan PLTMG di Desa Nonong sudah terhenti sejak Agustus 2019 akibat belum terbayarkannya hak pekerja sejumlah 230 orang," kata Ayi lagi.

Dalam penyelesaian konflik tenaga kerja pada pembangunan PLTMG di Desa Nonong, hingga saat ini belum menemukan solusi. Padahal, Pertemuan sudah dilakukan dengan pemerintah kecamatan serta unsur Muspika di Kecamatan Batui, pihak Disnaker Kabupaten Banggai, bersama salah satu perusahaan konsorsium PT. Dalle Engineering Construction.

Kecurigaan para pekerja, bahwa belum ada solusi tentang pembayaran hak pekerja karena tiga perusahaan konsorsium ditengarai terjadi konflik keuangan. Sehingga berdampak pada proses pembayaran pekerja yang dilakukan secara bertahap dan belum terbayarkan secara full selama kurang lebih 6 bulan.

"Iya, hak hak kami sebagai pekerja dibayarkan bertahap pihak perusahaan PT Dalle Engineering Construction. Saat ini kami pekerja baru menerima 2 bulan," ujar salah satu pekerja.

"Akibatnya pembangunan PLTMG terhenti, dan masyarakat Banggai dalam kuartal I belum menikmati listrik 15 Megawatt hingga Tahun 2020," ujar Ayi lagi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Utara sebagai pemilik pekerjaan pembangunan PLTMG 40 Megawatt di Desa Nonong, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah belum memberikan informasi terkait progres pembangunannya. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.