Longki Djanggola Resmikan Sarana Air Bersih Program Keserasian Sosial

Longki Djanggola Resmikan Sarana Air Bersih Program Keserasian Sosial

Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola ,M.Si saat meresmikan Sarana Air Bersih Bantuan Kementerian Sosial bertempat di Lapangan Bola Poboya, Selasa (19/2) 2019. (FOTO : Ismail Salahuddin/HUMAS PROTOKOL)

Transsulawesi.com, Palu -- Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola ,M.Si meresmikan Sarana Air Bersih Bantuan Kementerian Sosial bertempat di Lapangan Bola Poboya, Selasa (19/2) 2019.

Ketua Forum Keserasian Sosial Poboya Mosanggani Moh. Arfan,SE menyampaikan warga kelurahan poboya sebenarnya memiliki sumber air yang cukup, akan tetapi pengelolaan sumber air tersebut belum diketahui kenapa masyarakat di poboya tidak mendapatkan sarana air bersih.

”Alhamdulillah,melalui dinas sosial kami mendapatkan bantuan pembangunan sarana air bersih”, ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan sarana air bersih bersumber dari dana bantuan melalui direktorat bantuan korban bencana sosial kementerian sosial sebesar Rp.150 juta.

“2 september 2018 melalui dinas sosial provinsi dan kota palu, diundang 2 kelompok mitra kerja untuk mengikuti sarasehan tingkat nasional antara lain forum keserasian sosial poboya yang mendapatkan bantuan sarana pembangunan air bersih dan kelompok siranindi yang mendapatkan bantuan rehab aula pertemuan di kelurahan siranindi,” katanya.

Lebih jauh Ketua Forum Keserasian Sosial Poboya mengatakan proses pembangunan sarana air bersih mendapatkan dukungan dari masyarakat serta dalam pembangunannya ditambahkan item yaitu sarana untuk mencuci dan wudhu berhubung lokasi pembangunan bersebelahan dengan lokasi masjid, sehingga melalui moment tersebut pihaknya memohon kepada Bapak Gubernur untuk memberikan bantuan dana berupa pembangunan masjid.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola,M.Si mengapresiasi atas pengadaan sarana air bersih melalui program keserasian sosial.

"Poboya ini saya tahu persis, kalau saya ingat dulu, kira-kira 62 tahun yang lalu jaman waktu SD, kita mandi-mandi di kuala,” kenang Gubernur.

Berdasarkan tanggapannya, program keserasian sosial yang dicanangkan oleh kementerian sosial dengan melibatkan langsung masyarakat sebagai ujung tombak dan penanggungjawabnya, sangatlah strategis sebagai wahana sistematis untuk memelihara kebersaamaan, gotong royong,toleransi dan saling menghargai satu sama lain sehingga semua elemen yang ada dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih serasi dan harmonis.

“Komiu pelihara baik-baik, komiu jaga, untuk kepentingannya komiu,” harapnya.

Menanggapi aspirasi ketua forum keserasian sosial poboya mosanggani tentang pembangunan masjid, Gubernur memberikan respon positif

“Saya minta tolong, proposalnya segera kalau mau dapat bantuan,” pungkas Gubernur diiringi tepuk tangan warga poboya.

Dalam acara tersebut, Longki didampingi Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Dinas Sosial Kota Palu Drs.Abidin,M.Si, Kepala Dinas Sosial Prov.Sulteng Drs.H.Ridwan Mumu,M.Si,Kepala Biro Humas Protokol Drs.Moh.Haris, Kepala Bagian Humas, Publikasi dan Dokumentasi Adiman,SH,M.Si, Camat Mantikulore, Lurah Poboya serta Forkopimcam Kecamatan dan dihadiri oleh tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh pemuda poboya. (sam)