LNG Maleo, Kapal Yang Sering Melakukan Aksi Penyelamatan Kemanusian

LNG Maleo, Kapal Yang Sering Melakukan Aksi Penyelamatan Kemanusian

Kru PB Dorang dan Tim Medis DSLNG saat mengevakuasi korban selamat kapal tenggelam di Inland Harbour Kilang LNG Donggi-Senoro, Desa Uso, Kecamatan Batui, 4 Juni 2019 lalu. (Foto dokumentasi DSLNG)

Transsulawesi.com, Banggai – LNG Maleo kapal kargo DSLNG yang secara reguler mengangkut gas dari Kilang Donggi Senoro ke pembeli gas di Jepang tercatat beberapa kali melakukan aksi penyelamatan kemanusian di lautan.

Pada pada 4 Agustus 2016 silam, kapal LNG Maleo yang bertolak dari Desa Uso, Kecamatan Batui menuju pelabuhan Oita, di Jepang melakukan operasi penyelamatan tiga nelayan Filipina yang hanyut di Samudera Pasifik, 280 kilometer di Timur Pulau Mindanao, Filipina.

Atas tindakan penyelamatan tersebut, kapal LNG beserta krunya saat itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Filipina. Dimana Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberikan penghargaan langsung kepada kapten kapal LNG Maleo Nobuyuki Mochizuki di Manila.

Seperti diketahui, kapal Maleo LNG merupakan kapal LNG yang dioperasikan Mitsui O.S.K. Lines, Ltd. Kapal Maleo LNG memiliki 35 kru yang terdiri dari warga Indonesia dan Jepang.

Aksi serupa juga dilakukan LNG Maleo, terhadap korban kapal tenggelam KM Lintas Timur. Dimana dari upaya pencarian 20 orang korban, satu diantaranya berhasil diselamatkan oleh Kapal LNG Maleo.

PT Donggi-Senoro LNG merupakan salah satu pihak yang turut serta dalam aksi penyelamatan tersebut di awal Juni 2019 dengan mengirimkan kapal cepat PB Dorang untuk mengevakuasi korban yang ditemukan MV Bayraktar berbendera Malta yang sedang melintas di perairan Teluk Tolo.

Aksi cepat tanggap dari DSLNG dengan mengirimkan kapal cepat PB Dorang untuk mengevakuasi korban, dan langsung memberikan bantuan medis di klinik Kilang Donggi Senoro sebelum dirujuk lanjut ke RSUD Luwuk, ternyata bukanlah aksi penyelamatan di laut yang pertama kalinya dilakukan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, KM Lintas Timur bermuatan semen dari Sulawesi Utara, menuju Morowali, Sulawesi Tengah mengalami kerusakan mesin dan tenggelam di perairan sekitar Banggai Laut awal Juni lalu.

Menurut Rahmat Azis Media Relations Officer DSLNG, dari 20 kru kapal, Yakub, seorang diantaranya, berhasil ditemukan oleh kapal MV Bayraktar yang sedang melintas setelah sekitar tiga hari mengapung tanpa makanan dan dalam kondisi kritis.

MV Bayraktar kemudian mengontak ke daratan dan dijawab oleh radio operator  pelabuhan DSLNG yang sedang bertugas saat itu.

DSLNG kemudian mengirim kapal cepat PB Dorang untuk mengevakuasi korban dan memberikan perawatan di klinik DSLNG sebelum dirujuk lebih lanjut ke RSUD Luwuk. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.