Lima Mahasiswa Unismuh Dianiaya Saat Berdemonstrasi, Satu di Rawat di RSUD

Lima Mahasiswa Unismuh Dianiaya Saat Berdemonstrasi, Satu di Rawat di RSUD

Korban pemukulan. (Foto: Istimewa)

Transsulawesi.com, Luwuk – Sebanyak lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk harus mendapatkan perawatan medis setelah di aniaya oleh oknum tidak dikenal saat menggela aksi demonstrasi menuntut Rektor Unismuh di turunkan dari jabatannya, Selasa, (26/6/2019).

Dari informasi yang didapatkan, pemukulan terjadi saat demonstrasi di depan kampus Unismuh Luwuk. Pemukulan di duga dilakukan preman menyebabkan setidaknya 5 mahasiswa menjadi korban.

2 mahasiswa dirawat di puskesmas, 1 mahasiswa terpaksa mendapatkan perawatan medis di RSUD Luwuk. Sementara 2 mahasiswa dirawat di rumah.

Namun, pelaku pemukulan belum diketahui pasti, karena para pelaku menyerang secara mendadak.

Untuk sementara, mahasiswa menduga keterlibatan seorang oknum pejabat kampus yang ikut dalam penyerangan itu.

Seorang korban yang mengalami luka robek di pelipis kirinya, mengungkapkan, saat kejadian, ada sejumlah orang yang tiba-tiba masuk di tengah-tengah kerumunan mahasiswa yang melakukan aksi protes soal transparansi anggaran di hari kedua.

Tiba-tiba, sejumlah mahasiswa dihajar. Mahasiswa lain yang melerai aksi pemukulan itu ikut kena bogem. “Saya tiba-tiba dipukul. Saya rasa ketika darah sudah keluar,” ungkapnya kepada Harian Luwuk Post, tadi malam.

Mahasiswa Fakultas Teknik ini tidak mengenal pelakunya. “Yang pasti bukan orang kampus. Kalau orang kampus pasti saya kenal. Bisa saja preman dari luar kampus,” bebernya.

Sementara itu, Rektor Unismuh Luwuk Farid Haluti, yang menemui mahasiswa seusai kejadian mengucapkan permohonan maaf.

Rektor menyatakan siap bertanggung jawab atas kejadian itu. “Saya siap bertanggung jawab. Baik biaya pengobatan (korban) maupun persoalan hukum,” kata dia. (mhr)

 

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.