KRI Banda Aceh Sandar di Pelabuhan Tangkian, Warga Ramai Berselfie

KRI Banda Aceh Sandar di Pelabuhan Tangkian, Warga Ramai Berselfie

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang dengan panjang 120 meter ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank. (Foto: Muhajir)

Transsulawesi.com, Kintom -- KRI Banda Aceh (593) kapal perang republik Indonesia bertipe Landing Platform Dock akhirnya menampakkan dirinya di pelabuhan Desa Tangkian, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Kamis (6/12/2018).

Kehadiran KRI Banda Aceh sontak membuat ratusan warga Tangkian ramai mengunjungi pelabuhan hanya untuk sekedar melihat kapal perang tersebut dan berselfie. “besar sekali ini kapal, saya baru pertama kali balihat,” ujar salah seorang warga.

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang dengan panjang 120 meter ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank.

Dengan panjang hingga 120 meter lebar kapal ini membuat warga Tangkian betah berlama-lama untuk melihat-lihat kapal tersebut. Banyak warga yang sengaja mandi untuk bisa lebih dekat dengan lambung kapal KRI Banda Aceh.

Kapal KRI Banda Aceh dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC untuk sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence dengan komunikasi kapal ke kapal kombatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter.

Kapal dibangun dengan kelas Loyd Register + 100A1 dan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom). Untuk memudahkan manuver, kapal dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang. Untuk mengoperasikan kapal, mesin dapat dioperasikan dari ruang kontrol dan bisa langsung dari ruang mesin, serta dilengkapi peralatan rumah sakit darurat dan bisa difungsikan untuk pertolongan pertama.

Namun jangan salah, KRI Banda Aceh pabrikan hasil karya anak bangsa Indonesia yang dikembangkan PT PAL di Surabaya dan telah beroperasi maret 2011.

Rencananya, KRI Banda Aceh akan berada di pelabuhan Tangkian hingga tanggal 13 Desember bertepatan dengan hari Nusantara yang akan berlangsung di pelabuhan Tangkian. (mhr)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.