KPU Sebut 90 Petugas KPPS Meninggal, 374 Sakit Pada Pemilu 2019

KPU Sebut 90 Petugas KPPS Meninggal, 374 Sakit Pada Pemilu 2019

Foto: Tribunpontianak/Adelbertus Cahyono

Transsulawesi.com, Banggai -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyampaikan hingga Senin (22/4) sore sudah ada 90 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dan 374 orang sakit dalam tugas Pemilu 2019.

KPU akan menemui Kementerian Keuangan untuk membahas anggaran santunan bagi para petugas yang mengalami musibah itu.

"Kami besok rencanakan akan lakukan pertemuan dengan Kementerian Keuangan. Besok rencananya sekjen yang akan bertemu para pejabat Kementerian Keuangan," kata Arief dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Senin (22/4).

Arief menyebut KPU akan mengusulkan besaran santunan kepada Kemenkeu. Untuk petugas yang luka-luka diusulkan mendapat Rp16 juta, penyandang catat mendapat maksimal Rp30 juta, dan yang meninggal dunia menerima Rp36 juta.

Ia menegaskan jumlah itu akan diusulkan ke Kemenkeu untuk bisa diwujudkan.

"Akan dibahas diambil dari pos mana karena tidak ada pos anggaran khusus terkait asuransi," tuturnya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo memastikan Pemerintah akan mencairkan dana untuk santunan para petugas KPPS yang meninggal dunia. Namun Tjahjo belum bisa memastikan besarannya sebab masih menunggu data dari KPU dan Bawaslu.

"Kami menunggu usulan dari Bawaslu dan KPU. Saya yakin Pemerintah akan memberi penghargaan, tetapi kalau soal anggaran nanti biar dari Bawaslu fix-nya, berapa untuk yang sakit, berapa yang meninggal termasuk KPPS, dan anggota Polri," kata Tjahjo lewat keterangan tertulis.

Dari beberapa informasi, petugas yang meninggal dan sedang dirawat disebabkan oleh kelelahan saat bertugas, bukan karena penyakit bawaan. Sebab, para petugas tersebut saat melamar menjadi anggota KPPS diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari dokter agar bisa bertugas dengan baik saat pemilu. (mhr)