Konfirmasi Proyek Rabat Beton di Nuhon, Oknum Perusahaan Marah Kepada Wartawan

Konfirmasi Proyek Rabat Beton di Nuhon, Oknum Perusahaan Marah Kepada Wartawan

Ikatan Wartawan Bunta (IWB) bakal melaporkan oknum karyawan perusahaan atas dugaan pelecehan serta pencemaran nama baik profesi wartawan. (Foto:Zul)

Transsulawesi.com, Bunta -- Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Bunta (IWB) bakal melaporkan oknum karyawan perusahaan atas dugaan pelecehan serta pencemaran nama baik profesi wartawan. Hal ini bermula saat wartawan mencoba mencari tau informasi terkait proyek rabat beton yang sementara dikerjakan di Kecamatan Nuhon.

Sudarto yang juga wartawan online investigasi86.com kepada awak media transsulawesi.com Selasa (11/9) menuturkan peristiwa yang terjadi Senin (10/9) sekira pukul 15.30 wita dilokasi proyek pembuatan jembatan poros ampana - pagimana diwilayah Kelurahan Kalaka, Kecamatan Bunta.

Bersama dua rekan wartawan online, Sudarto menanyakan perihal proyek rabat beton pada oknum tersebut.

"iya saya bertanya soal pelaksanaan pekerjaan rabat beton, yang juga menjadi tanya warga" Ujarnya.

Namun sayang, dibalik jawaban oknum tadi, mengatakan "kenapa tanya - tanya, silahkan tanya ke Kementrian PUPR atau PPK 12, proyek itu penunjukan langsung katanya, oknum tadi lalu berkata kalian ini wartawan hanya mencari - cari kesalahan saja" Kutipnya.

Meski demikian, kami berusaha tenang mendengar jawaban yang tidak sepantasnya di ucapkan "wartawan mencari - cari kesalahan saja" Ujarnya.

Setelah berkata begitu, oknum tadi lalu pergi meninggalkan kami. Sudarto kembali berujar, kalau memang tidak mau memberikan komentar, itu hak private yang bersangkutan dan kita menghargai itu, tanpa menjustis wartawan dengan bahasa yang menyinggung insan pers.

"profesi kami, jelas di atur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, apa maksud dan tujuan mengatakan wartawan seperti itu dan wartawan yang mana" Tegasnya.

Terkait masalah ini bersama IWB telah berkoordinasi dengan Kapolsek IPTU Jimiyarto Anasim, SH guna memfasilitasi permasalahan ini, apabila yang bersangkutan tidak ada niatan baik dan meminta maaf ke wartawan secara terbuka ke publik maka jalur hukum akan ditempuh.

Menanggapi hal tersebut ketua paguyuban IWB Zulkifly menyayangkan dan menyesalkan sikap oknum tersebut, karena wartawan itu adalah mitra kita semua, "intinya kita berikan kesempatan dulu oknum tadi untuk mengklarifikasi perkataannya, kalau niatan baik itu tidak ada, maka jalur hukum yang akan kita tempuh" Singkatnya. (zul)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.