KNPI Banggai Dilaporkan Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

KNPI Banggai Dilaporkan Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

Foto: Istimewa

Transsulawesi.com, Luwuk – Ketua PK KNPI Toili Reza Fauzi melaporkan dugaan tindakan pemalsuan tanda tangan yang terjadi di tubuh KNPI Kabupaten Banggai ke Kepolisian, Senin, (9/12/2019).

Laporan tersebut tercatata dengan nomor STTLP/511/XII/2019/Sulteng/Res-Bgi, tertanggal 9 Desember 2019. Laporan tersebut terkait dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan yang terjadi pada tanggal 27 November 2019 di jalan Garuda, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk.

Laporan ini merupakan langkah yang ditempuh oleh KNPI Toili dimana sebelumnya mendapatkan bukti beberapa buah kwitansi telah ditandatangani pencairan anggaran untuk kegiatan mereka.

Padahal, menurut KNPI Toili mereka sama sekali tidak pernah menandatangani pencairan anggaran tersebut dan tidak tahu menahu mengenai adanya anggaran untu kegiatan organisasi KNPI Toili.

Sebelumnya Reza mengatakan bahwa dugaan pemalsuan tanda tangan mencoreng nama baik organisasi KNPI Banggai.

”Saya tidak pernah bertanda tangan seperti apa yang ada pada kwitansi ini keterlaluan sekali,” ujar Reza.  

Siapapun yang nantinya akan memimpin KNPI Kabupaten Banggai harus memiliki tanggung jawab dan beban yang besar untuk memperbaiki ini semua.

Dalam kwitansi tersebut, tertulis anggaran tersebut dicairkan melalu bendahara DPD KNPI Kabupaten Banggai pada tahun 2018.

Berikut isi dari pembayaran di kwitansi yang di duga diktif tersebut:

1. Pelaksanaan Pra Muscam di Kecamatan Toili Tanggal 27-28 April 2018 dengan nilai RP. 3.000.000

2. Biaya Bantuan Pembinaan PK Toili Kecamatan Toili Kabupaten Banggai dengan nilai Rp. 5.000.000

3. Biaya Bantuan Pembinaan Pengurus PK KNPI Kecamatan Toili dengan nilai Rp. 5.000.000

Terkait dugaan tindakan pemalsuan tanda tangan pada kwitansi tersebut, Reza mengatakan bahwa hal tersebut sangat merugikan pengurus KNPI Toili dan pemuda khususnya. (mhr)

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.