Ketua KPU Menyemprot Isu Miring Kotak Suara Kardus

Ketua KPU Menyemprot Isu Miring Kotak Suara Kardus

Ketua KPU menyemprot kardus kotak suara dengan air. (Ari Saputra/detikcom)

Transsulawesi.com, Jakarta -- Isu miring kotak suara kardus menerpa KPU di tengah persiapan Pilpres 2019. Ketua KPU Arief Budiman pun dengan percaya diri menyemprot habis isu itu.

Semprotan itu dilakukan Arief Budiman secara harfiah. Dia menyemprot kotak suara Pemilu 2019 dengan air untuk membuktikan kotak suara yang disebut kardus itu benar-benar tahan air.

Isu ini ramai lagi setelah banyak dibahas di media sosial. Padahal semua fraksi di DPR telah menyetujui kotak suara yang terbuat dari karton kedap air ini hingga spesifikasinya diatur dalam peraturan KPU.

Kotak suara kardus dipersoalkan karena dikhawatirkan mudah rusak dan rawan kecurangan. Untuk menepis semua anggapan itu, Arief Budiman turun langsung melakukan pembuktian.

Arief mendemonstrasikan kekuatan kotak suara tersebut di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018). Saat disemprot air dari luar dengan selang, bagian dalam kotak suara itu tak terkena air.

"Tidak tembus ke dalam," kata Arief.

Arief menyemprot sisi-sisi samping kotak suara itu, dan juga dari sisi mika yang transparan. Bagian dalamnya tak disemprot. Dia juga sempat menduduki kotak suara itu.

Dia mengatakan kotak suara itu mampu menahan beban hingga 80 kg. Kotak suara itu, dia melanjutkan, juga mampu menahan air jika gerimis atau terkena percikan air, sementara jika terkena banjir lain soal, karena itu adalah musibah. Saat kotak suara didistribusikan nantinya juga akan dibungkus plastik.

"Saat didistribusikan ke pulau, bukan hanya dalamnya yang diplastik, tapi juga diluarnya. Jadi, ketika didistribusikan, dia tidak kemasukan air. Kalau orang bilang bagaimana kalau terendam banjir atau kapalnya tenggelam, kita semua tidak bisa menghindari kalau problemnya sebesar itu mau bahannya aluminium atau apa pun," ujarnya. (sam)