Rusli

Kepala Bank di Luwuk Terancam Dipecat Setelah Kepergok Berduaan

Kepala Bank di Luwuk Terancam Dipecat Setelah Kepergok Berduaan

Ilustrasi Parkiran Mobil. (Foto: Ist)

Transsulawesi.com, Luwuk -- Oknum kepala bank BUMN berinisial ST yang kepergok berduaan dengan HS, stafnya, dalam sebuah mobil di halaman parkir tempat keduanya bekerja, dikabarkan terancam sanksi pemecatan. Saat ini kasus keduanya, mulai didalami internal perusahaan tempat keduanya bekerja.

Sumber terpercaya menyebutkan bahwa kejadian itu telah menghebohkan internal perusahaan hingga ke pusat. Oleh karena itu, keduanya mulai diselidiki. Jika terbukti maka ancaman pemecatan bisa saja terjadi.

Informasi lainnya menyebutkan bahwa HS dihadapan EK, suaminya, membantah tudingan bahwa keduanya memiliki hubungan khusus. HS menyatakan bahwa kejadian itu hanya kesalahpahaman, sebab HS dan ST ketika dipergoki EK di dalam mobil hanya membicarakan persoalan kerja.

Keduanya (ST dan HS) mulai selidiki internal perusahaan. Jika terbukti, keduanya terancam dipecat, ungkap sumber terpercaya, akhir pekan kemarin.

Diketahui, sebelumnya ST dan HS kepergok EK, suami HS di halaman parkir bank tempat keduanya bekerja pada Jumat (25/10) malam sekira pukul 20.00 Wita. Saat itu, EK yang hendak mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) melihat mobil istrinya terparkir dalam keadaan hidup. Kondisi dalam mobil gelap karena lampu tak dinyalakan.

EK kemudian mendekati mobil istrinya lalu mengetok kaca jendela. Namun ketokan itu lamban direspon. Beberapa menit kemudian saat kaca jendela dibuka, EK terkejut. Ternyata di dalam mobil terdapat ST yang merupakan pimpinan istrinya. Melihat keduanya berduaan dalam mobil, EK pun naik pitam. Cek cok antara EK dan ST tak terhindarkan.

Keributan yang terjadi membuat security dan pegawai bank tetangga berdatangan untuk melerai. Merasa tak puas, EK pun pergi dan akhirnya melapor ke Polsek Luwuk, hingga keesokan harinya diterbitkanlah surat penerimaan laporan polisi. Aduan EK teregistrasi dengan nomor: LP/163/X/2019/Res-Banggai Sek. Luwuk, tertanggal 26 Oktober 2019.

Iya benar, laporan polisinya sudah masuk dan saat ini tengah ditangani reskrim, ungkap petugas SPKT yang enggan disebutkan namanya.

Kejadian ini telah menjadi pusat perhatian masyarakat baik di Kota Luwuk maupun di media sosial. ST yang sebelumnya diam pun kelabakan, dan harus meminta beberapa orang dekatnya menghubungi redaksi sangalu.com, dalam rangka permintaan penghapusan berita.

Hanya saja, permintaan itu belum disahuti redaksi, sebab bukan yang bersangkutan langsung yang meminta. Selain itu, permintaan redaksi terkait pembuatan surat pernyataan permintaan penghapusan berita, yang ditanda tangani di atas meterai belum disahuti oleh ST melalui narahubungnya.

Sangalu.com

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.