Kelompok Herbal Binaan JOB Tomori Menjadi Percontohan TJSP Pertamina

Kelompok Herbal Binaan JOB Tomori Menjadi Percontohan TJSP Pertamina

Direktur utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Huddie Dewanto bersama General Manager JOB Tomori Achmad Zaidy saat mengunjungi kelompok herbal binaan JOB Tomori di desa Sinorang. (Foto:Muhajir/Transsulawesi.com)

Transsulawesi.com, Batui Selatan – Direktur Keuangan & Business Support di PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Huddie Dewanto mengaku terkesan dengan kelompok herbal binaan Joint Operating Body Pertamina - Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan.

Menurutnya, keberhasilan kelompok herbal yang beranggotakan Ibu-ibu ini, menjadi program percontohan (Pilot Project) untuk TJSP Pertamina dimanapun beroperasi.

“Kelompok ini merupakan percontohan untuk CSR Pertamina di daerah lainnya”, Ujar Huddie Dewanto dalam kunjungannya, di desa Sinorang, Rabu, (17/10/2018).

Dalam kunjungannya, Huddie Dewanto bersama rombongan melihat  tempat produksi obat-obatan hebal, pemanfaatan biogas dari kotoran hewan sapi untuk jadi bahan bakar kompor gas rumah tangga, dan produksi pupuk kompos organik.

Menurut Huddie Dewanto, perusahaan terus berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program-program TJSP-nya. Karena menurutnya perusahaan tidak hanya sekedar bisnis semata, namun juga harus memperhatikan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Kunjungi Kelompok Binaan JOB Tomori di Batui

Pada kesempatan yang sama, General Manager JOB Tomori Achmad Zaidy mengatkan kelompok herbal di desa Sinorang merupakan salah satu komitmen JOB Tomori untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kita terus berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan program-program CSR perusahaan”, Ujarnya.

Kelompok herbal  binaan JOB-Tomori di sinorang menjadi contoh berhasilnya penerapan program TJSP dalam peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Kelompok Herbal binaan JOB-Tomori setiap bulannya bisa mengantongi omset hingga Rp 15 juta. Sedangkan untuk setiap anggotanya bisa mendapatkan omset Rp 5 juta hingga Rp 10 juta rupiah dari pemasaran produk herbal mereka.

Ibu Mariana yang merupakan salah satu ketua kelompok herbal sangat gembira saat mendapatkan kunjungan dari rombongan PHE. Menurutnya, kunjungan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari perusahaan terhadap kelompok-kemlompok herbal di Sinorang.

Ibu Mariani juga berterimakasih atas perhatian yang selama ini diberikan oleh JOB-Tomori dalam pendampingan terhadap kelompoknya selama ini. Menurutnya atas pembinaan yang dilakukan perusahaan ia kini bisa mandiri secara ekonomi.

“Pendapatan kelompok bisa Rp15 juta perbulan, kalau perorangnya bisa Rp5 juta hingga Rp10 juta, tergantung distribusi produk herbal dari anggota”. Ujar Mariani. (mhr)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.