Karena Jengkel, Para Tahanan Keroyok Pria Beristri 5 yang Cabuli Anaknya 50 Kali

Karena Jengkel, Para Tahanan Keroyok Pria Beristri 5 yang Cabuli Anaknya 50 Kali

Sugeng Slamet yang berbaju orange ditangkap polisi karena menyetubuhi anak kandungnya sendiri. (KOMPAS.com/A. Faisol)

Transsulawesi.com, Lumajang -- Sugeng Slamet, pria beristri lima yang menyetubuhi anak kandungnya hingga 50 kali, dihajar oleh sesama tahanan sel Mapolres Lumajang akibat perbuatan bejatnya. Wajahnya babak belur dan lebam. Mata dan bibirnya juga bengkak.

Kapolres Lumajang AKBP Muh Arsal menjelaskan, Sugeng dihajar tahanan pada malam pertama masuk sel polres. Hal itu diketahui keesokan harinya. Sugeng masuk sel pada Selasa (30/7/2019) dan pada Rabu (31/7/2019) pagi wajahnya sudah lebam-lebam.

Menurut Arsal, polisi yang berjaga di tahanan sudah melaksanakan tugas sesuai standar prosedur operasional, yakni mengontrol para tahanan hampir setiap jam. "Personel yang berjaga sudah melakukan pengecekan hampir setiap jam.

Namun, mungkin di sela-sela pengecekan tersebut narapidana yang lain merasa jengkel dengan perbuatan bejatnya mengeroyok Sugeng," katanya, Kamis (1/8/2019) pagi.

Agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan, polisi memisahkan Sugeng dengan tahanan yang lain. Kini Sugeng ditempatkan di ruang tahanan khusus dan terisolasi dari para tahanan lain.

Sugeng Slamet ditahan karena mencabuli anak kandungnya sendiri di Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pria yang sudah memiliki lima istri itu sudah melakukan perbuatan bejatnya sebanyak 50 kali sejak 2015. Perbuatan pelaku terbongkar pada Senin (29/7/2019) lalu setelah korban melaporkannya ke Mapolsek Seduro.

Korban menceritakan bahwa ia kabur saat akan diajak berhubungan intim oleh ayahnya di sebuah hotel. Dari keterangan polisi, diketahui bahwa kelima istri pelaku bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita. (arf)