Rusli

Joker, Orang Baik Yang Sering Merasakan Mati Lampu

Joker, Orang Baik Yang Sering Merasakan Mati Lampu

Ilustrasi: Transsulawesi

Transsulawesi.com, Luwuk -- Pemadaman lampu dalam beberapa pekan ini menjadi problem serius untuk warga di Kabupaten Banggai. Puncaknya terjadi pada awal bulan ini dimana selang berapa hari terjadi pemadam lampu di setiap daerah di Banggai.

Sejak terjadinya pemadaman lampu yang cukup intens, PLN berhasil menyita perhatian kaum milenial hingga komplotan ibu-ibu pecinta sinetron di rumah. Walhasil, tanpa tunggu lama, semalam warganet heboh hingga stress tujuh keliling karena pemadaman lampu sejak sore hingga pukul 23.00 wita malam.

Mungkin sedikit melihat film Joker yang baru-baru ini masuk dalam box office dimana berhasil menjadi film yang sukses dengan sempurna karena penuh dengan kritikan.

“Orang jahat adalah orang baik yang sering tersakiti” begitulah kira-kira quote terkenal di film yang dibintangi Arthur Fleck ini.

Melihat kondisi patroli di sosmed semalam, banyak warganet yang tergolong orang-orang baik yang mendadak menjadi stress dan jadi marah-marah karena pemadaman lampu. Kalau dilihat-lihat sih padahal emak-emak, kaum hijabers, bapak-bapak, semua ikutan marah.

Rata-rata mereka adalah “Orang-orang baik yang menjadi marah, karena sering mati lampu”.

Memang film Joker menampilkan sisi kegelapan Arthur Fleck, begitu juga dengan PLN Luwuk yang bisa menghadirkan stereotipe sisi kegelapan.

Kalau melihat data, pada 2018, PLN area Luwuk memiliki 136 ribu pelanggan, dimana daya pembangkit sebesar 28,3 MW dengan beban puncak sudah mencapai 25,8 MW.

Problem PLN memang penyakit tahunan guys, contohnya 2016 silam, PLN Cabang Luwuk menjelaskan bahwa pemadaman lampu bergilir di wilayah area Luwuk dikarenakan mesin yang dioperasikan di PLTA Buminata Kelurahan Hanga hanga mengalami kerusakan sebanyak dua unit dan pada 8 Juni 2016 terjadi tanah longsor sepanjang satu kilo meter di sekitar PLTA Desa Lambangan Kecamatan Pagimana sehingga mesin mengalami kerusakan dan mengganggu pasokan daya.

Ditengah keterbatasan itu, permintaan konsumen baru listrik pertahunnya tumbuh sangat pesat, yakni hingga 20 persen pertahunnya. Belum lagi dibutuhkan anggaran besar dalam pembiayaan listrik di Banggai.

Kabupaten Banggai saat ini sangat membutuhkan suplai listrik atas kekurangan daya listrik sebesar 3 hingga 10 MW.

Tapi, mungkin ada secerca harapan untuk kita jikalau PT PLN (Persero) ngebut mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkekuatan 40 megawatt (MW) di Desa Nonong, Kabupaten Banggai, yang peresmian pembangunan (ground breaking) proyek dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Sidrap, Sulawesi Selatan, kemarin.

Padahal dari PLN sendiri dengan percaya diri mengatakan bahwa PLTMG Luwuk mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal I 2019, dengan tahap awal sebesar 15 MW dan kuartal II sebesar 25 MW. Investasi yang ditanamkan dalam pembangunan pembangkit listrik ini diperkirakan mencapai Rp521 miliar.

Pemadaman lampu masih menjadi pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh PLN hingga saat ini. Sering terjadinya pemadaman lampu secara bergilir dan mendadak setiap tahunnya membuat pertanyaan besar untuk masyarakat Banggai, “Apa mau kita jadi Joker?”.

Redaksi

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.