Rusli

Isu dan Solusi pembangunan Era Revolusi Industri 4.0

Isu dan Solusi pembangunan Era Revolusi Industri 4.0

Ilustrasi: Ist

Sejarah industri 4.0 mengenalkan konsep Revolusi Industri dalam buku yang berjudul “The Fourth Industrial Revolution” yang ditulis oleh Schawab (2017) dimana menjelaskan Revolusi industri terdiri dari 4 tahap.

Perkembangn tersebut ditandai dengan penemuan mesin uap untuk mendukung mesin produksi, kereta api dan kapal layar. Revolusi industri Enerji listrik mendorong para imuwan untuk menemukan berbagai teknologi lainnya seperti lampu, mesin telegraf, dan teknologi ban berjalan.

Puncaknya, diperoleh efesiensi produksi hingga 300 persen. Revolusi industri telah melahirkan teknologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis.

Yang terakhir yakni Revolusi industri mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia yaitu revolusi industri telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental.

Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri generasi ke-empat ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas.

Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah.

Bidang-bidang yang mengalami terobosoan berkat kemajuan teknologi baru diantaranya robot kecerdasan buatan (artificial intelligence robotic),  teknologi nano, bioteknologi, dan teknologi komputer kuantum, blockchain (seperti bitcoin),  teknologi berbasis internet, dan printer 3D. Revolusi industri 4.0 merupakan fase keempat dari perjalanan sejarah revolusi industri yang dimulai pada abad ke -18.

Pembangunan diidentikan sebagai perkembangan, dengan modernisasi, industrilialisasi, serta pembangunan dengan westerenisasi (Eropanisasi/oksidentalisasi).

Hal tersebut masing – masing memiliki berdasarkan atas asas, dan hakikat yang berbeda prinsip kontinuitas, serta keseluruhannya merupakan bentuk yang merefleksikan perubahan.

Di era 4.0 saat ini, banyak menghadapi beragam tantangan dan perlu bereformasi. Tantangan tersebut termasuk lahirnya era digital yang mendorong ekspektasi akan keterbukaan, kecepatan dan akurasi layanan publik yang diberikan pemerintah.

Tantangan lain termasuk kontrol komunitas yang semakin besar di mana pemerintah tidak bisa meng-cover semua informasi untuk membuat pengambilan keputusan.

Juga lahirnya beragam teknologi seperti bioteknologi, nanoteknologi, robotik dan IT yang bisa menggantikan peran manusia (SDM). Tantangan lain yang sangat nyata yaitu harus merubah semua system yang ada sekarang, atau mengupdate sistem pelayanan ke (E-Government) kepada masyarakat. Walaupun pada saat ini sudah ada beberapa instansi yang sudah mulai mengikuti revolusi industry 4.0.

Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government Kurangnya interaksi atau komunikasi antara (pemerintah) dengan masyarakat Kelemahan utama tentang E-government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses publik untuk keandalan, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari kelompok pemerintah yang dapat mempengaruhi dan bias opini public.

Solusi Jitu untuk menghadapi era 4.0 yaitu; Meningkatan Komitmen investasi dengan cara lebih mengasah keterampilan IT (digital skills), menerapkan dan mencoba prototype teknologi terbaru, (Learn by doing), Menggali bentuk kolaborasi baru bagi model sertifikasi atau pendidikan dalam ranah peningkatan (digital skill), secara bersama-sama kolaborasi antara dunia pemerintahan, industri, akademisi, dan masyarakat untukengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill bagi era digital di masa depan.

Fitriani Abdullah,S.Sos,M.AP

Dosen STIAP Palu & Mhs.S3 program Doktor Sosial Untad

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.