Rusli

Ibu-ibu dan Remaja di Batui Menyulap Sampah Plastik Menjadi Kursi

Ibu-ibu dan Remaja di Batui Menyulap Sampah Plastik Menjadi Kursi

Ibu-ibu dan remaja di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai  mampu menyulap limbah plastik botol mineral menjadi kursi dan lampion. (Foto: transsulawesi)

Transsulawesi.com, Batui – Puluhan peserta yang terdiri dari Ibu-ibu dan remaja di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai  mampu menyulap limbah plastik botol mineral menjadi kursi dan lampion. Kreatifitas ini mereka tunjukkan saat berada di rumah Bonua Monondok, binaan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), Sabtu (25/10/2019).

Kemampuan yang ditunjukkan kaum ibu-ibu dan remaja ini merupakan merupakan binaan DSLNG yang bekerjasama dengan Komunitas Berbagi.

Kegiatan ini merupakan salah satu program dalam roadshow komunitas berbagi yakni Bengkel Kreasi, dimana mereka diajarkan untuk memilah sampah dan kemudian mengkreasikan dalam berbagai jenis barang bermanfaat.

Salah seorang peserta Ibu Irma mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuknya. Karena ini bisa mengolah limbah plastic disekitar rumahnya nanti untuk di kreasikan menjadi kerajinan tangan. “Terimakasih sudah mengajarkan kami bagaimana cara mengolah sampah plastik menjadi kursi, kedepannya kita mau hal-hal baru yang diajarkan kepada kami,” ujarnya.

Untuk membuat sebuah kursi portabel caranya cuku mudah, dimana botol-botol plastik mineral 1 liter di kumpulkan sebanyak 13 buah, kemudian di lakban agar tidak terpisah. Kemuadian langkah selanjutkan, bagian atasnya di tutup menggunakan kardus bekas yang telah di gunting berbentuk lingkaran. Langkah terkahir kembali melakukan lakban seluruh bahan-bahan yang telah jadi. 

Namun jangan kaget, ternyata, kursi ini cukup kuat untuk beban orang dewa dan tentunya sangat ringan. Sehingga mudah untuk diangkat atau diletakkan dimana saja. 

Sebelumnya, kegiatan positif ini mendapatkan sambutan baik dari perusahaan DSLNG, Corporate Communication Manager DSLNG Thamrin Hanafi saat dijumpai mengatakan bahwa kegiatan ini, merupakan ide yang lahir dari komunitas berbagi.

“Kegiatan Berbagi ini diharapkan bisa memberikan inspirasi, kekuatan, ilmu dan ide yang baik kepada masyarakat dengan sasarannya adalah anak-anak, remaja, dan orang dewasa,” ujar Thamrin yang kerap disapa Tomy ini.

Tomy juga mengatakan bahwa untuk tahun ini perusahaan menginkan sesuatu program yang besar dan massif, sehingga sepakat untuk bentuk komunitas berbagi,

“Teman-teman relawan ini akan berbagi ilmu, pengalaman dan keberanian kepada berbagai lapisan stakeholder yang ada yakni, anak, remaja, dan dewasa,” ujarnya.

Adapun tempat yang akan menjadi roadshow dari kegiatan Komunitas Berbagi ini yakni, kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo dan acara puncaknya nanti akan diselenggrakan di kota Luwuk.

Kegiatan komunitas berbagi ini juga menggelar berbagai informasi menarik  yakni edukasi bijak bersosmed, pengetahuan tentang bencana alam gempa bumi, dan informasi mengenai pergaulan di kalangan pelajar. (mhr)   

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.