Gagal Pasiar Karena Hujan Dan Awetnya Kue Lebaran

Gagal Pasiar Karena Hujan Dan Awetnya Kue Lebaran

Ilustrasi: Istimewa

Transsulawesi.com, Banggai -- Manfaat silaturahmi saat lebaran menjadi hal yang paling banyak dicari saat hari raya. Saat lebaran, silaturahmi menjadi agenda utama yang dijalankan. Mengunjungi sanak saudara, memohon maaf pada teman dan sahabat menjadi kegiatan yang selalu dilakukan saat lebaran.

Namun, momen itu sedikit terkendala pada lebaran kali ini karena hujan yang turun dalam sepekan ini cukup lebat. Padahal selain ajang silaturahmi, lebaran kali ini merupakan ajang untuk liburan untuk para pekerja yang akan aktif kembali pada hari senin esok.

Apa hendak dikata, alam berkata lain. Momen kembali suci saat lebaran dimanfaatkan umat muslim untuk saling bermaafan dan menyambung kembali tali silaturahmi yang terputus keluar dari rencana semula.

Silaturahmi saat lebaran begitu nyata dirasakan. Dengan silaturahmi, rasa persaudaraan makin erat dan tak ada lagi permusuhan dan kebencian. Bersilaturahmi adalah bagian dari kebutuhan seseorang sebagai manusia. Menjaga hubungan baik dengan sesama memang sangat dianjurkan, terlebih dengan kerabat dan saudara.

Silaturahmi juga merupakan amalan yang amat dianjurkan oleh Allah dan Rasulullah. Tak heran, begitu banyak manfaat silaturahmi saat lebaran yang didapat.

Menjaga silaturahmi sangat penting. Allah SWT telah berfirman dalam QS Al Anfaal ayat 63 yang berbunyi,

"Kalau kalian tidak mengerjakan apa yang Aku perintahkan itu (yaitu untuk berukhuwah, bersilaturahmi) tentu akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar."

Hendak bersilaturahmi namun gagal karena hujan bukan hanya anda yang merasakannya. Tak heran jika hidangan kue-kue kering di rumah masih awet dalam toples karena kurangnya tamu yang datang di hari lebaran hingga saat ini karena musim penghujan.

Yang sabar guys, mungkin next time anda bisa kembali berkunjung ke tempat yang anda rencanakan sebelumnya.

Redaksi