Gagal Panen, Petani Toili Adukan Pertamina EP ke DPRD

Gagal Panen, Petani Toili Adukan Pertamina EP ke DPRD

Petani di Kecamatan Toili saat melakukan aski protes terhadap PT Pertamina EP. (Foto: Utustoria/Marhum)

Transsulawesi.com, Banggai – Petani Toili akan segera melaporkan terkait dari akses jalur pipa yang telah lama dibangun oleh pihak Pertamina ke Komisi I DPRD Kabupaten Banggai. Pasalnya karena akses jalur pipa tersebut menggangu produktivitas pertanian di area konsesi.

Dilansir dari Utustoria, Kepala Desa Tohitisari, Akhatun menyampaikan ada sekira 7 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di desa tersebut yang telah mengalami gagal panen yang diduga akibat jalur pipa yang menghambat aliran air ke sawah milik petani. Dalam 1 Gapoktan terdapat 25 Kelompok Tani.

Sehingganya hal ini sangat perlu dipercepat realisasinya dan mendapat tanggapan pihak Pertamina EP, terlebih saat ini telah memasuki musim tanam.

"Jika benar gagal panen itu disebabkan dari adanya jalur pipa, maka petani meminta pihak Pertamina untuk menggati rugi dan memperbaiki jalur pipa yang ada,"tandasnya.

Ketua FPTB Syamsul Arif mengatakan pihaknya tetap meminta untuk pihak Komisi I DPRD Banggai untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait meruginya petani selama 3 musim berturut -turut yang diduga akibat dari akses jalur pipa yang telah lama dibangun oleh pihak Pertamina EP.

"Kita masih menunggu kabar dari Komisi I, agar sekiranya dapat dilakukan hearing dan mengundang pihak Pertamina EP, dan suratnya kita sudah serahkan beberapa hari yang lalu,"ujarnya, Minggu (5/8).

Disisi lain, Ketua Komisi I DPRD Banggai, Ir H. Naim Saleh saat dihubungi mengaku telah menerima surat pengaduan dari warga Kecamatan Toili terkait terjadinya gagal panen sawah yang diduga diakibatkan oleh adanya jalur pipa milik Pertamina EP.

"Iya sudah saya terima, masalah sawah yang di Tohitisari kan,"ujar Ketua Komisi I itu.

Namun lanjut pria asal Fraksi Grindra ini, terkait surat tersebut pihaknya masih menunggu disposisi dari Ketua DPRD Banggai untuk dapat ditindaklanjuti. Karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda telah di disposisi.

"Saya sudah cek, tapi belum juga, semoga pekan depan sudah bisa ditindaklanjuti,"tutupnya. (sam)

0 Komentar

TULIS KOMENTAR

Alamat email anda aman dan tidak akan dipublikasikan.