Dua Mahasiswa Dituntut Pidana Atas Dugaan Mencuri HP saat Tsunami Palu,

Dua Mahasiswa Dituntut Pidana Atas Dugaan Mencuri HP saat Tsunami Palu,

Sidang tuntutan dugaan kasus pencurian Handphone pasca Bencana Palu, di PN Palu, Rabu (13/3). Foto: Kumparan

Transsulawesi.com, Palu -- Fadlan (20) dan Erik Gunawan (27) Dua mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Kota Palu, dituntut dua tahun dan tiga bulan penjara oleh JPU atas dugaan pencurian handphone (HP) di salah satu gerai di Palu Grand Mall (PGM), salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Aksi dugaan pencurian itu dilakukan dua hari setelah gempabumi, tsunami dan likuefaksi melanda kota Palu, yakni pada 30 September 2018.

Dalam tuntutannya, JPU, Nursiah, menuntut pidana penjara masing-masing dua tahun dan tiga bulan, kepada Ridwan (27), Teguh Riswanto (34), Hadi Winaryo (23), Fadlan  ( 20), Erik Gunawan (27), Imran (32).

"Keenam terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengambil, suatu barang, yang sama sekali atau sebagian termaksud kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan secara bersama-sama atau bersekutu  pada saat terjadinya bencana alam, sebagaimana  melanggar pasal 363  ayat (1) ke 2 dan ke 4 KUHP," kata Nursiah pada persidangan di PN Palu yang dipimpin oleh Ketua Majelis hakim, Lilik Sugihartono.

Kasus pencurian handphone di Palu Grand Mall (PGM) Jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu pada 30 September 2018. Akibat pencurian tersebut, gerai Era Phone di PGM mengalami kerugian sekira Rp 85 juta.

Dalam amar tuntutannya, Nursiah menetapkan barang bukti berupa 11 unit handphone  berbagai merk seperti, Samsung Galaxy, Xiomi, Nokia, Oppo, dikembalikan kepada penanggungjawab Eraphone Palu Grand Mall (PGM), Moh. Nur melalui Wawan.

Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Lilik Sugihartono memberikan kesempatan kepada para terdakwa dan penasehat hukumnya selama tujuh hari, untuk mengajukan pembelaanya pada sidang mendatang. (mhr)